SuaraBogor.id - Pasca kecelakaan lalu lintas yang terjadi di lampu merah Rampak, Balikpapan, Kalimantan Timur sosok sopir truk menjadi sorotan publik. Belakangan banyak pihak yang membongkar sifat asli sopir truk yang menyebabkan kecelakaan maut itu.
Saat insiden kecelakaan itu terjadi, truk kontainer menabrak sejumlah kendaraan yang sedang berhenti akibat tertahan lampu merah sehingga menyebabkan 4 orang meninggal dunia serta belasan lainnya terluka.
Sosok sang sopir sontak menjadi sorotan warganet. Bukan menghujat sang sopir yang mengendarai truk tersebut hingga terjadi kecelakaan, netizen beramai-ramai membuka kebaikannya.
Netizen membela sopir itu yang dinilai mempunyai sifat yang baik dan diduga tidak ada niatan untuk sengaja menyebabkan kecelakaan tersebut.
Baca Juga:Hantam Jalan Berlubang, Pemotor di Pelalawan Tewas Ditabrak Truk Sawit
Kumpulan pernyataan netizen tentang sifat sopir truk kemudian diunggah akun TikTok @panggilajaarifin. Dipantau Suara.com pada Sabtu, 22 Januari 2022, terdapat beberapa fakta penting soal profil sang sopir yang diungkap oleh warganet.
Ustadz Ali (supir) Guru ngaji di Tanjungpura Balikpapan, di bawah kantor c***..beliau orang baik, ini musibah afwan,” tulis seorang warganet yang sepertinya menceritakan hal tersebut melalui WhatsApp.
Tak hanya itu, pengakuan warganet yang tampaknya diceritakan melalui akun Facebook. Ia bahkan bersumpah bahwa sosok sopir yang terlibat dalam kecelakaan maut ini adalah orang baik.
“Bahwa sopir tronton di tragedi rapak pagi ini adalah orang baik, pribadinya sangat sabar dan jarang sekali berbicara. Selalu tersenyum jika berpapasan dengan siapapun,” ungkap warganet.
“Beliau ketua RT dikampung mami saya di PRAPATAN, kebetulan beliau dan istrinya adalah guru ngaji saya sewaktu saya kecil dulu di langgar NURUL HAQ,” imbuhnya.
Baca Juga:Buntut Kecelakaan Maut Di Balikpapan, Kemenhub Ingatkan Pemda Soal Uji KIR Kendaraan Truk
Karenanya, ia mengimbau warganet tidak terpancing emosi dan mengambil kesimpulan, serta jauh lebih baik untuk fokus mendoakan para korban yang telah berpulang atau sedang dalam perawatan.
- 1
- 2