Ia menyebutkan pengerahan personel gabungan itu merupakan amanat Kapolri yang memerintahkan agar semua unsur TNI, Polri, dan pemerintah harus terlibat dalam pengamanan arus mudik.
Namun, menurutnya, pengamanan mudik Lebaran 2022 tidak cukup diserahkan kepada personel pengamanan saja melainkan butuh dukungan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.
“Saya imbau para pemudik untuk menjaga diri dan menjaga bawaannya, atur kapasitas penumpang di setiap kendaraan, jangan terlalu 'over' kapasitas karena dapat menyebabkan rawan kecelakaan," tuturnya.
Ade Yasin mengatakan pengamanan yang dikemas dalam Operasi Ketupat 2022 itu akan berlangsung selama 12 hari dengan fokus pengamanan 101.700 objek di seluruh Indonesia seperti masjid, tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.
“Kegiatan akan berlanjut pasca-Operasi Ketupat 2022 pada tanggal 10-17 Mei 2022 untuk mengantisipasi arus balik yang mungkin masih terjadi serta penanganan COVID-19," kata Ade Yasin.
Ia menekankan beberapa hal yang harus diantisipasi seperti ancaman terorisme, premanisme, aksi sweeping ormas, kelangkaan bahan pokok, BBM, kejahatan konvensional, penyakit masyarakat, balap liar, dan penyalahgunaan narkoba.