Hal senada diungkapkan Bandi selaku section head project & maintenance perwakilan x karyawan Jungle Land yang telah habis kontraknya terus memperjuangkan haknya.
Tepat pada tanggal 20 Maret 2020 Jungle Land JLA tutup total karena kondisi pandemi covid-19 yang semakin memburuk, pihak JLA meminta pengertian atas musibah tersebut kepada para karyawan yang belum menerima gaji dikarenakan perusahaan tidak mendapatkan revenue dan income selama pemberhentian total.
Bandi menjelaskan bahwa pihak Jungle Land telah berjanji akan mencicil gaji para karyawan yang tertunda dan menentukan tanggal pembayaran yang sudah disepakati
“Ada cicilan tapi tidak sesuai dengan kesepakatan,” kata saat di konfirmasi suara.com pada hari Jumat (20/5/2022).
Menurut pengakuan Bandi sebelum 400 orang karyawan diberhentikan secara sepihak pihak JLA tidak memberikan kejelasan kepada seluruh karyawan tang menjalankan WFH.
“Selama kita di rumahkan tidak ada gaji sama sekali dan didiamkan tanpa kejelasan selama 2 tahun lamanya,” bebernya.
Hingga berita ini di terbitkan menurut Bandi pihak JLA baru melunasi pembakaran sebanyak 400 juta untuk 400 orang karyawan, tentunya hal tersebut berbanding jauh dengan perjanjian yang sudah di sepakati bersama.
“Total keseluruhan hutang JLA menurut perhitungan sepihak dari JLA sekitar 9.5 Miliar dan pesangon untuk karyawan tetap 2.5 Miliar tapi itu hitungan sepihak dari JLA dan pesangon Juga dihitung pake UUD baru bukan UUD 2003,” jelasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Suara.com masih terus mencoba menghubungi pihak dari Jungle Land Bogor.
Baca Juga:Paul Pogba Siap Reuni Kembali dengan Juventus
Kontributor : Devina Maranti