facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Konvoi Rayakan Kelulusan, Belasan Pelajar SMK di Bogor Berakhir di Kantor Polisi

Galih Prasetyo Selasa, 07 Juni 2022 | 08:40 WIB

Konvoi Rayakan Kelulusan, Belasan Pelajar SMK di Bogor Berakhir di Kantor Polisi
Belasan pelajar SMK asal Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jabar saat diperiksa barang bawaanya oleh petugas Polsek Cisolok, Kabupaten Sukabumi pada Senin, (6/6). Antara/Aditya Rohman

Penangkapan terhadap belasan pelajar tersebut berawal laporan dari warga yang melihatnya adanya sejumlah pelajar SMK yang konvoi dengan menggunakan sepeda motor

SuaraBogor.id - Sejumlah pelajar SMK di Bogor yang berkonvoi untuk melakukan aksi tawuran berakhir di kantor kepolisian. Belasan pelajar ini ditangkap personel Polsek Cisolokdi SPBU Cimaja tepatnya di Kampung Cimaja Marinjung, Kabupaten Sukabumi.

"Ada 16 pelajar SMK asal Kabupaten Bogor yang kami tangkap saat sedang mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Desa KarangPapak, Kecamatan Cisolok yang kemudian dibawa ke Mapolsek Cisolok," kata Kapolsek Cisolok AKP Aguk Khusaeni.

Dijelaskan oleh Aguk, penangkapan terhadap belasan pelajar tersebut berawal laporan dari warga yang melihatnya adanya sejumlah pelajar SMK yang konvoi dengan menggunakan sepeda motor dan mengenakan seragam yang baru saja dicorat-coret oleh cat atau tinta.

Khawatir memicu terjadinya tawuran antar-pelajar pihaknya langsung mengerahkan personelnya untuk melakukan penyisiran dan berhasil menemukan belasan pelajar tersebut saat sedang mengisi BBM di SPBU.

Baca Juga: Kesaksian Warga di Lokasi Pelajar SMK yang Tewas Ditikam di Jakarta Pusat

Kemudian pihaknya langsung menggiring para pelajar yang diduga baru saja merayakan kelulusannya ini ke Mapolsek Cisolok untuk dilakukan pendataan. Terungkap, para pelajar itu berasal dari salah satu SMK di Kabupaten Bogor.

Kedatangan mereka ke objek wisata pantai Kabupaten Sukabumi diduga untuk merayakan kelulusannya, bahkan mengaku telah menginap di pantai yang berada di wilayah Kecamatan Cisolok.

Usai didata satu persatu, para pelajar ini kemudian diperintah untuk mengisi surat keterangan tidak melakukan kembali hal serupa dan melepas seragam yang penuh dengan coretan cat dan tinta untuk antisipasi terjadinya tawuran. [ANTARA]

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait