Respons Beragam dari Pengemudi Ojol di Bogor Terhadap Demonstrasi Tuntutan THR

Dede menilai bahwa menuntut THR dalam sistem kemitraan bukanlah hal yang sesuai dengan konsep kerja pengemudi Ojol, yang lebih bersifat fleksibel dan berbasis pendapatan

Andi Ahmad S
Senin, 17 Februari 2025 | 20:30 WIB
Respons Beragam dari Pengemudi Ojol di Bogor Terhadap Demonstrasi Tuntutan THR
Ilustrasi Ratusan driver ojol saat melakukan aksi mogok narik di Bogor. | Foto: SU/Asep Awaludin

SuaraBogor.id - Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh ratusan pengemudi ojek online (Ojol) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terkait tuntutan Tunjangan Hari Raya (THR) menuai beragam reaksi dari sesama pengemudi. Di Bogor, beberapa pengemudi Ojol menyampaikan pandangan berbeda mengenai aksi tersebut.

Salah satu pengemudi Ojol di Bogor, Dede (30), mengungkapkan bahwa tidak semua pengemudi setuju dengan tuntutan THR yang disuarakan dalam demonstrasi tersebut. Menurutnya, setiap pengemudi seharusnya memahami dengan jelas perjanjian kemitraan yang telah disepakati saat bergabung dengan platform aplikasi transportasi online.

"Setiap mitra seharusnya membaca dan memahami perjanjian kemitraan yang telah disediakan oleh aplikator. Semua ketentuan sudah dijelaskan sejak awal, termasuk status kemitraan yang berbeda dengan hubungan kerja karyawan," ujarnya pada Senin, 17 Februari 2025.

Dede menilai bahwa menuntut THR dalam sistem kemitraan bukanlah hal yang sesuai dengan konsep kerja pengemudi Ojol, yang lebih bersifat fleksibel dan berbasis pendapatan harian.

Baca Juga:500 Gram Sabu Diamankan, Pengedar Asal Bogor Dalam Pengejaran

"Kalau kita ingin pendapatan lebih, solusinya adalah meningkatkan jumlah order yang diambil. Karena sistem kemitraan ini berbeda dengan pekerjaan tetap di perusahaan yang memberikan fasilitas seperti THR," tambahnya.

Meski demikian, Dede juga memahami bahwa ada pengemudi yang merasa keberatan dengan ketentuan yang berlaku, terutama terkait kesejahteraan. Namun, ia berpendapat bahwa setiap orang memiliki pilihan untuk tetap menjalankan pekerjaannya atau mencari alternatif lain jika merasa sistem yang ada kurang menguntungkan.

"Kalau merasa aturan ini kurang cocok, bisa mencari opsi pekerjaan lain yang memberikan jaminan lebih. Tapi kalau tetap ingin menjadi pengemudi Ojol, ya harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan sejak awal," pungkasnya.

Kontributor : Egi Abdul Mugni

Baca Juga:Dari Rivalitas ke Rekonsiliasi: NasDem Hadiri Silaturahmi KIM di Hambalang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak