-
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, secara resmi mengonfirmasi bahwa total korban tewas dalam tragedi di tambang emas Gunung Pongkor berjumlah 11 orang. Angka ini memvalidasi data lapangan yang sebelumnya sempat simpang siur.
-
Para korban merupakan penambang yang berasal dari tiga kecamatan berbeda di Bogor Barat, yaitu Cigudeg (6 orang), Sukajaya (3 orang), dan Nanggung (2 orang). Mereka diduga tewas akibat terpapar gas beracun di dalam lubang tambang.
-
Pihak kepolisian telah menyerahkan seluruh jenazah kepada keluarga untuk dimakamkan tanpa proses autopsi menyeluruh atas permintaan keluarga. Selain memastikan data evakuasi, Kapolda juga memberikan santunan sebagai bentuk empati terhadap keluarga yang ditinggalkan.
SuaraBogor.id - Simpang siur informasi mengenai jumlah korban jiwa dalam tragedi kemanusiaan di kawasan pertambangan emas Gunung Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor, akhirnya terjawab secara resmi.
Pucuk pimpinan kepolisian di Jawa Barat turun langsung ke lokasi untuk memastikan data dan memberikan empati kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, mengonfirmasi bahwa total korban tewas akibat insiden asap di lubang tambang tersebut mencapai 11 orang.
Angka ini memvalidasi data lapangan yang sebelumnya dikumpulkan dari berbagai desa di sekitar lingkar tambang.
Baca Juga:Update Tragedi Pongkor: Angka Korban Jiwa Melonjak Jadi 11 Orang, Ini Identitas Para Gurandil
Dalam keterangannya, Kapolda merinci proses evakuasi yang telah dilakukan tim gabungan.
"Alhamdulillah untuk nanggung sudah 3 orang yang kami selamatkan, dan beberapa desa lagi sudah kita selamatkan itu kurang lebih berjumlah 11 orang dari semuanya," ujar Irjen Rudi ditemui di Polsek Nanggung, Kamis (22/1/2026).
Saat ditegaskan mengenai status para korban, Jenderal bintang dua tersebut membenarkan bahwa kesebelas orang tersebut telah meninggal dunia.
"Yaitu dan sudah diserahkan kembali kepada keluarganya untuk dilakukan pemakaman. Ya itu meninggal dunia," tegasnya.
Tragedi ini memukul telak warga Bogor Barat. Sebagai bentuk belasungkawa, Kapolda tidak hanya datang untuk mendata, tetapi juga memberikan santunan.
Baca Juga:4 Spot Semi Alam di Tanah Sareal Bogor yang Asri dan Instagramable
"Dan hari ini kami berempati kepada keluarga korban dengan memberikan sedikit bantuan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari," tuturnya.
Terkait proses identifikasi medis, Irjen Rudi menjelaskan bahwa para korban tidak menjalani autopsi menyeluruh karena permintaan keluarga untuk segera dimakamkan.
"Kita sementara ini keluarga langsung dikebumikan, nanti apabila ada proses lain ditemukan lain akan kita lakukan," jelasnya.
Peta Sebaran 11 Korban Tewas: Dari Cigudeg hingga Nanggung
Berdasarkan kompilasi data kepolisian dan pemerintah desa, para korban yang diduga merupakan penambang emas tanpa izin (gurandil) ini berasal dari tiga kecamatan berbeda, yakni Cigudeg, Sukajaya, dan Nanggung.
Mereka diduga tewas akibat paparan gas beracun yang merembes ke lubang-lubang tikus yang saling terhubung di perut bumi.