Meskipun Basarnas sempat menyatakan operasi SAR dihentikan, kunjungan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, membawa angin segar dengan menegaskan bahwa proses pencarian dan evakuasi akan terus dilanjutkan.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk membawa pulang para penambang yang masih terjebak agar bisa diserahkan kembali kepada keluarga, apa pun kondisinya.
Terdapat ketimpangan data yang signifikan terkait dampak tragedi ini. Kapolda mengungkapkan bahwa berdasarkan data kepolisian, tercatat ada 11 orang tewas.
Angka ini jauh melampaui data korban yang sebelumnya dikonfirmasi oleh pihak Antam.
Ke-11 korban itu, menurut Kapolda, berasal dari tiga kecamatan berbeda, yakni Nanggung, Cigudeg, dan Sukajaya, menunjukkan luasnya dampak sosial dari aktivitas penambangan ilegal ini.
Tak hanya itu, Irjen Pol Rudi juga tidak menutup kemungkinan adanya lebih banyak korban yang mungkin masih terperangkap di lubang galian tambang ilegal tersebut.
Kapolda pun meyakinkan, bahwa proses evakuasi kemanusiaan akan dilakukan terus dengan berbagai upaya, agar para gurandil yang terjebak bisa segera dikembalikan kepada keluarganya masing-masing.
Baca Juga:3 Spot Wisata Alam Aesthetic di Bogor Selatan, Vibesnya Kayak di Ubud!
Komitmen Kapolda ini mengisyaratkan pendekatan yang lebih holistik dan mendalam terhadap tragedi di Pongkor.
Misi evakuasi yang diperbarui ini, dengan dukungan penuh dari Kapolda, memberikan secercah cahaya di tengah kegelapan lubang tikus, membawa harapan bagi keluarga yang berhari-hari hidup dalam ketidakpastian, menanti kepulangan orang-orang tercinta mereka, walau hanya berupa jasad.