Bukan Sekadar Asap, Kapolda Jabar Selidiki Temuan Kayu Terbakar di Area Tambang Antam

Fakta yang lebih teknis didapatkan saat Kapolda berhasil masuk ke area dalam tambang. Di sana, ia menyaksikan sisa-sisa kejadian yang menjadi pusat penyebaran gas berbahaya.

Andi Ahmad S
Jum'at, 23 Januari 2026 | 14:31 WIB
Bukan Sekadar Asap, Kapolda Jabar Selidiki Temuan Kayu Terbakar di Area Tambang Antam
Tangkapan Layar Lubang Tambang Emas Antam Bogor [Ist]
Baca 10 detik

Penyebab utama tewasnya para penambang bukan karena reruntuhan fisik, melainkan akibat menghirup gas Karbon Monoksida (CO) dalam kadar tinggi. Gas beracun ini timbul dari material kayu yang terbakar di dalam area tambang dan bersifat melumpuhkan sistem pernapasan korban.

Penyelidikan Kapolda Jawa Barat mengungkap bahwa pemicu kepulan asap pekat di dalam tambang adalah adanya material kayu yang terbakar. Hal inilah yang kemudian memicu akumulasi gas beracun di ruang terbatas (lubang tambang).

Area lubang tambang hingga saat ini belum dinyatakan aman untuk dimasuki secara normal. Karena kadar gas CO yang masih relatif tinggi, proses evakuasi atau masuk ke dalam lubang memerlukan alat pelindung diri khusus guna menghindari jatuhnya korban tambahan.

SuaraBogor.id - Misteri di balik kepulan asap mematikan yang merenggut nyawa para penambang emas tanpa izin (Gurandil) di kawasan PT Antam Tbk Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor, perlahan mulai terkuak.

Pucuk pimpinan kepolisian Jawa Barat tidak tinggal diam dan memilih terjun langsung ke zona merah untuk memastikan penyebab utama tragedi tersebut.

Pada Kamis, 11 Januari 2026, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, melakukan langkah berani dengan menelusuri lorong-lorong gelap pertambangan tersebut.

Didampingi tim khusus, Irjen Rudi ingin melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana sistem keamanan tambang bisa jebol dan apa sebenarnya pemicu asap yang melumpuhkan pernapasan para korban.

Baca Juga:Secercah Cahaya di Lubang Tikus Pongkor, Janji Kapolda Jabar Bawa Pulang Gurandil yang Terjebak

Kapolda menyoroti bagaimana para gurandil bisa mengakses area vital yang seharusnya tertutup rapat.

Pihak manajemen PT Antam Pongkor pun dicecar mengenai prosedur pengamanan dan alur produksi yang berjalan selama ini.

"Kita baru kembali dari penambangan emas pongkor, tadi dari sana kami mendapat penjelasan bagaimana bisnis prosesnya di pongkor," kata Kapolda ditemui di Polsek Nanggung, Kamis 11 Januari 2026.

Fakta yang lebih teknis didapatkan saat Kapolda berhasil masuk ke area dalam tambang. Di sana, ia menyaksikan sisa-sisa kejadian yang menjadi pusat penyebaran gas berbahaya.

Atau karbon monoksida (CO), yakni berupa gas yang tidak berwarna yang menghasilkan gas melalui pembakaran seperti kayu.

Baca Juga:3 Spot Wisata Alam Aesthetic di Bogor Selatan, Vibesnya Kayak di Ubud!

Pihak perusahaan menjelaskan langkah-langkah darurat yang telah diambil untuk menetralisir udara di bawah tanah.

"Termasuk juga kami masuk ke dalam untuk melihat bekasan bekas terjadi mulanya asap itu di sana, dan pihak Antam menceritakan penanggulangan asap supaya karbonnya conya bisa turun," ungkap Irjen Rudi.

Namun, situasi di lapangan ternyata masih jauh dari kata kondusif.

Ancaman gas Karbon Monoksida masih mengintai siapa saja yang nekat masuk tanpa perlengkapan memadai.

Data teknis menunjukkan bahwa kadar racun di udara masih berada di level yang membahayakan nyawa manusia.

"Sampe hari ini masih relatif tinggi atau belum aman sepenuhnya untuk dimasuki oleh orang tanpa alat dan melakukan kegiatan-kegiatan," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak