- Pewarta Foto Indonesia menyelenggarakan diskusi bedah karya di Bogor pada 9 Mei 2026 memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia.
- Para pewarta foto membagikan tantangan etika dan risiko keamanan dalam mendokumentasikan peristiwa krusial demi menjaga pilar demokrasi Indonesia.
- Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan keselamatan jurnalis serta menjaga integritas visual di tengah disinformasi.
SuaraBogor.id - Dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day), Pewarta Foto Indonesia (PFI) menyelenggarakan diskusi publik bertajuk "Bedah Foto Pemenang Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026".
Acara yang berlangsung di Hotel Bianco Costel, Bogor ini bertujuan untuk merefleksikan peran krusial jurnalisme visual dalam menjaga pilar demokrasi dan kebebasan berekspresi.
Diskusi ini menghadirkan narasumber berkompeten, di antaranya:
- Fauzan Syahputra (Pewarta foto Katadata), peraih penghargaan tertinggi Photo of the Year APFI 2026.
- Chaideer Mahyuddin (Pewarta foto AFP Biro Jakarta), pemenang kategori Nature & Environment.
- Mast Irham dan Arie Basuki, fotografer senior sekaligus Dewan Juri APFI 2026.
Melalui sesi bedah karya, para fotografer membagikan kisah di balik layar mengenai risiko keamanan, tantangan etika, hingga perjuangan mendapatkan akses informasi di tengah situasi konflik maupun isu sosial yang sensitif.
Baca Juga:Kembalinya Mahkota Raja Pajajaran, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Pukau Warga Bogor
Dewan Juri sekaligus anggota majelis etik Mast Irham menyampaikan bahwa tema World Press Freedom Day tahun ini, yang menyoroti masa depan demokrasi, sangat relevan dengan karya-karya yang masuk dalam APFI 2026.
“Foto jurnalisme bukan sekadar menangkap gambar, melainkan sebuah dokumen sejarah yang mampu menyuarakan kebenaran yang sering kali tersumbat. Di tengah ancaman disinformasi dan represi terhadap awak media, foto-foto pemenang tahun ini membuktikan bahwa keberanian jurnalis foto tetap menjadi garda terdepan dalam membela hak publik untuk tahu,” ujarnya, kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perhelatan APFI 2026 yang juga mencakup pameran foto di Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor. Melalui diskusi ini, PFI berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melindungi keselamatan jurnalis dan mendukung lingkungan pers yang independen di Indonesia.
Acara ditutup dengan komitmen bersama dari para pewarta foto untuk terus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan integritas visual, di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang mulai menantang keaslian karya jurnalisme.
Baca Juga:Situasi Memanas di Tanah Sareal: Warga Tantang Oknum Pencopot Spanduk Tolak Sampah