- Bupati Rudy Susmanto menginstruksikan normalisasi sungai dan irigasi di empat kecamatan Kabupaten Bogor guna meminimalisir risiko banjir.
- Kegiatan normalisasi dilakukan pada Juni 2026 di Kecamatan Kemang, Ciseeng, Parung, dan Rancabungur memanfaatkan kondisi cuaca cerah.
- Langkah ini bertujuan mengembalikan fungsi infrastruktur air agar aliran menjadi optimal serta meningkatkan keamanan lingkungan bagi warga.
SuaraBogor.id - Pemkab Bogor mengambil langkah proaktif dalam meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi di wilayah utara. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menginstruksikan percepatan normalisasi saluran irigasi dan aliran sungai di empat kecamatan yang selama ini menjadi titik rawan genangan dan banjir.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pembenahan infrastruktur sumber daya air guna memastikan keamanan dan kenyamanan warga saat memasuki musim penghujan mendatang.
Bupati Rudy Susmanto merinci bahwa kegiatan normalisasi kali ini akan dipusatkan di empat wilayah strategis, yaitu:
- Kecamatan Kemang
- Kecamatan Ciseeng
- Kecamatan Parung
- Kecamatan Rancabungur
Keempat wilayah tersebut dipilih berdasarkan hasil pemetaan tim teknis di lapangan yang menunjukkan adanya pendangkalan sungai serta penyumbatan pada saluran-saluran irigasi utama yang melintasi pemukiman padat penduduk.
Baca Juga:Ingatkan Pelat Merah Haram Pakai Pertalite, Ketua DPRD Bogor Minta ASN Hemat Kendaraan Dinas
Rudy menegaskan bahwa penataan infrastruktur tidak boleh dilakukan secara reaktif saat bencana sudah terjadi. Memanfaatkan kondisi cuaca yang cenderung kondusif pada Juni 2026 ini, alat berat dan personel dinas terkait akan segera diterjunkan ke titik-titik krusial.
"Ketika kondisi cuaca mendukung seperti saat ini, kita harus bergerak cepat melakukan penataan dan normalisasi saluran irigasi maupun sungai. Jangan menunggu hujan besar turun baru kita sibuk membenahi," ujar Rudy Susmanto, Senin (22/6/2026).
Menurut dia, kondisi cuaca yang relatif cerah dan intensitas hujan yang tidak terlalu tinggi menjadi momentum yang tepat untuk melaksanakan pekerjaan normalisasi di sejumlah titik.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Rudy di Kantor Kecamatan Kemang bersama unsur Forkopimcam dan jajaran pemerintah Kecamatan Kemang, Parung, serta Ciseeng.
Rudy menjelaskan pemerintah daerah berupaya mengembalikan fungsi saluran irigasi agar dapat beroperasi optimal dalam mengalirkan air dan mengurangi potensi banjir di wilayah utara Kabupaten Bogor.
Baca Juga:Proyek PSEL Dimulai Juni 2026, Wilayah Barat Bogor Bakal Punya Sport Center Baru
Ia menegaskan pemerintah akan mengedepankan pendekatan persuasif melalui sosialisasi kepada masyarakat, terutama bagi bangunan yang berada di area saluran irigasi dan sempadan sungai yang menghambat aliran air.
"Kami berharap ada kesadaran bersama untuk mengembalikan fungsi saluran irigasi sebagaimana mestinya," ujarnya.
Rudy mengajak masyarakat di empat kecamatan tersebut mendukung program normalisasi agar penanganan banjir dapat dilakukan secara menyeluruh.
"Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, persoalan banjir yang hampir selalu terjadi saat hujan di wilayah utara Kabupaten Bogor dapat kita tuntaskan bersama," katanya.
Pemkab Bogor optimistis normalisasi saluran irigasi dan sungai yang dilakukan secara terencana dapat meningkatkan kapasitas aliran air, mengurangi titik rawan banjir, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. [Antara].