- Perayaan HUT RI setiap bulan Agustus di berbagai daerah berhasil menggerakkan roda perekonomian UMKM akar rumput secara signifikan.
- Pelaku usaha konveksi dan penyewaan alat acara di Bogor meraup omzet ratusan juta rupiah akibat lonjakan pesanan.
- Pedagang bendera konvensional di pinggir jalan mengalami penurunan pendapatan drastis karena beralihnya konsumen ke platform belanja online.
Penjualan Bendera Fiki, Desa Cileungsi Kidul menyebutkan, meski telah rutin berjualan selama 5 tahun menjelang 17 Agustus dengan variasi produk dari harga Rp5.000 hingga Rp300.000 dekorasi background 10 meter, pendapatan Fiki mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir.
Perubahan Pola Belanja kata dia omzet harian yang dahulu bisa mencapai Rp2 juta - Rp5 juta, kini bergeser menjadi Rp400.000 - Rp500.000 pagi hingga siang atau maksimal sekitar Rp1 juta untuk sehari penuh.
Maraknya platform belanja online dinilai membuat warga lebih memilih kepraktisan berbelanja dari rumah ketimbang membeli di pinggir jalan.
Akumulasi omzet dari tiga pelaku usaha jasa dan konveksi saja Agil, Nano, dan Salim sudah menembus angka sekitar Rp162 juta.
Baca Juga:Nama Disebut di Pidato Kenegaraan, Realitas Hidup Susanah Tetap Bertumpu Pada Upah Rp700
Angka ini baru sebagian kecil dari potret ekonomi mikro di Kabupaten Bogor selama periode Hari Kemerdekaan.
Perayaan 17 Agustus bukan sekadar panggung euforia warga, melainkan pilar penyangga ekonomi yang memastikan dapur para pelaku usaha kecil tetap mengepul di tengah tantangan dan perubahan zaman.
Kontributor : Dziharul Islam Nusantara