- Pemerintah Kabupaten Bogor menanami 220 hektare lahan hutan kota di 40 kecamatan dari Juli 2025 hingga Oktober 2026.
- Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan penanaman pohon bertujuan mendukung program Indonesia Asri serta memperbaiki kualitas lingkungan daerah.
- Pemkab Bogor berencana memperluas penghijauan pada lahan kritis dan lahan cadangan pemakaman untuk menjaga kelestarian jangka panjang.
SuaraBogor.id - Demi menghadirkan udara segar dan ruang terbuka hijau bagi warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sukses menanami sekitar 220 hektare lahan untuk hutan kota yang tersebar di seluruh 40 kecamatan.
Gerakan penghijauan masif yang berlangsung sejak Juli 2025 hingga Oktober 2026 ini menjadi komitmen daerah dalam mendukung program Indonesia Asri arahan Presiden Prabowo Subianto.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan rasa syukurnya atas capaian hijau tersebut. Menurutnya, area di sekeliling Stadion Pakansari kini menjadi salah satu titik hutan kota terdekat yang siap dinikmati warga.
"Kita memang tidak punya pengalaman dalam menanam pohon awalnya. Tapi daripada berpikir terlalu lama, yang penting tanam dulu, lalu kita evaluasi di perjalanan. Alhamdulillah pohonnya tumbuh subur," ujarnya.
Baca Juga:Rapor Merah 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran dari Mahasiswa Bogor
Rudy menegaskan pengembangan hutan kota tidak akan berhenti pada capaian 220 hektare. Pemerintah daerah akan terus mencari lahan yang dapat dimanfaatkan untuk penghijauan, termasuk kawasan cadangan tanah pemakaman yang belum digunakan.
Pada lahan cadangan pemakaman tersebut, penanaman pohon dilakukan dengan jarak sekitar lima meter antarpohon agar kawasan tetap dapat dimanfaatkan sebagai tempat pemakaman pada masa mendatang tanpa harus menebang pohon.
Selain memperluas ruang terbuka hijau, Pemkab Bogor juga mengarahkan penghijauan ke sejumlah lahan kritis, terutama kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tanah longsor cukup tinggi.
Rudy berharap pengembangan hutan kota secara berkelanjutan dapat memperbaiki kualitas lingkungan, menurunkan suhu kawasan, sekaligus membentuk habitat alami bagi burung dan satwa lainnya.
Ia menyebut kawasan Hutan Kota Pakansari juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bagian dari sekolah alam dalam rencana pembangunan Rumah Istimewa pada 2027, dengan tetap mempertahankan pepohonan yang telah ditanam.
Baca Juga:5 Saksi Dipanggil Terkait Kasus Pemotongan Upah Pungut di Bogor
Menurut Rudy, pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan kawasan perkotaan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan, meskipun hasil penghijauan belum dapat dirasakan sepenuhnya dalam waktu singkat.
"Dalam waktu lima tahun mungkin tidak akan selesai. Tapi kita meninggalkan titik awal, siapa pun yang melanjutkan pemerintahan, ini menjadi fondasi bahwa percepatan pembangunan harus tetap mengedepankan aspek lingkungan yang hijau dan bersih," katanya pula.