SuaraBogor.id - Guyonan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal berkendara di jalan raya pada dini hari mendapatkan kritikan dari anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak.
Dia menilai guyonan Anies itu justru mengejek karena pukul 02.00 bukan waktu yang tepat untuk warga beraktivitas termasuk berkendara menuju kantor. Mestinya, lanjut Gilber, Anies bisa memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi kemacetan di Jakarta.
"Orang berangkat ke kantor pukul 02.00 WIB pagi, karena di mana-mana memang tidak macet. Itu jam tidur. Tapi seharusnya yang disampaikan solusi kemacetan saja," kata Gilbert saat dihubungi, Selasa (2/2/2021).
Lebih lanjut, Gilbert juga menyebut selama menjabat sebagai orang satu di Ibu Kota, Anies belum memberikan solusi yang tepat untuk menekan kemacetan. Menurutnya, program JakLingko yang dianggap sebagai terobosan juga masih belum rampung.
"Tidak ada upaya yang bermakna untuk membantu menguraikannya. JakLingko baru sebatas wacana. Kalau Anies tidak terima, beri bukti apa yang sudah dikerjakan," katanya.
Anies sebelumnya menyebut predikat kota macet tak layak disematkan kepada Jakarta. Menurutnya ada waktu tertentu lalu lintas bisa bergerak dengan lancar di ibu kota.
Menurut Anies, saat pukul 02.00 WIB pagi, kemacetan tidak terjadi di Jakarta. Hal ini dikatakan Anies saat diskusi virtual dalam acara launching Buku Potret Jakarta.
"Jakarta adalah kota yang diasosiasikan dengan kemacetan. Jalan-jalan Jakarta diasosiasikan dengan kemacetan, padahal sebetulnya kalau Jakarta kemacetan itu gak betul juga sih," ujar Anies saat melalui Channel Youtube Aboico seperti dikutip Suara.com, Minggu (31/1/2021).
Ia pun menyarankan warga yang tak ingin terjebak macet berkendara pada pagi buta. Sebab saat itu kendaraan sepi dan masyarakat tidak banyak yang beraktifitas.
Baca Juga: Reka Ulang Suap Bansos: Uang Rp1,5 Miliar dan 2 Bromton Buat Politikus PDIP
"Jadi kalau mau bebas macet jalanlah jam 02.00 WIB pagi, gak ada kendaraan di situ," jelasnya.
Namun Anies tampak tidak serius dengan ucapannya. Ia berkelakar mengatakan itu sambil tertawa dan tersenyum.
Berita Terkait
-
Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah, Solusi Efisiensi atau Malah Berisiko?
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
BRI Peduli Perkuat Posyandu, Dorong Pencegahan Stunting dan Kesehatan Anak
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
25 Siswa dan Guru SDN Ciherang 01 Dramaga dilarikan ke Puskesmas
-
Jaga Warisan Perjuangan, Bupati Bogor Lakukan Revitalisasi Total Cagar Budaya SDN Cileungsi 02
-
Sengketa Tanah PN Kota Bogor Memanas, Tergugat Beberkan Bukti Jual Beli 1992-1994