SuaraBogor.id - Warga ketakutan dari gempa besar Jawa Barat yang diakibatkan dari gerakan Sesar Lembang. Patahan gempa bumi itu bisa menyebabkan Jawa Barat gempa besar 7 skala richter.
Terlebih berpotensi merusak. Gempa bumi sebesar itu setara dengan kekuatan gempa yang melanda Sulawesi Utara pada 21 Januari lalu.
Potensi Jawa Barat gempa bumi 7 SR merupakan hasil penelitian yang telah dilakukan para ilmuwan, termasuk LIPI, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), hingga BMKG. Estimasi yang dihitung dari geometri sesarnya.
Namun, besaran tersebut merupakan estimasi maksimal yang dapat ditimbulkan oleh pergerakan Sesar Lembang.
Artinya, tidak menutup kemungkinan gempa yang muncul memiliki magnitudo yang lebih kecil.
"Bisa dikatakan seperti itu. Magnitudo M6,5 - M7 merupakan estimasi magnitudo maksimum gempa bumi yang bisa terjadi, dihitung dari geometri sesarnya. Artinya bila seluruh segmen sesarnya bergerak, bisa memicu gempa dengan kekuatan maksimum," ungkap Kepala Sub Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Wilayah Barat PVMBG Ahmad Solihin ketika dihubungi, Selasa (2/2/2021).
Bila yang bergerak hanya sebagian, maka gempa Sesar Lembang dapat hadir dengan magnitudo yang lebih kecil.
Seperti yang pernah terjadi di Kampung Muril, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada 2011. Gempa Sesar Lembang kala itu berkekuatan magnitudo 3,3.
"Memungkinkan sekali yang bergerak hanya sebagian dari segmen sesarnya dan menghasilkan gempa dengan kekuatan yang lebih kecil. Gempa merusak karena Sesar Lembang di antaranya terjadi pada 2011, dengan magnitudo M3,3 dan menyebabkan kerusakan di Kampung Muril," jelasnya.
Baca Juga: ACT Distribusikan 1.000 Ton Bantuan untuk Korban Gempa Sulbar
Meski demikian, besaran magnitudo tersebut adalah estimasi yang didapat dari permodelan. Tidak ada yang dapat memastikan bahwa besaran tersebut 100% akurat.
"Jika kita bicara tentang kejadian gempa bumi, banyak sekali parameter-parameter yang tidak kita ketahui atau tidak dapat diukur secara pasti. Sampai saat ini belum ada ahli ataupun alat yang dapat memprediksi kejadian gempa bumi secara akurat, baik dari segi waktu, lokasi maupun kekuatannya," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Status Siaga! Semeru Banjir Lahar Dingin 6 Jam hingga Tanggul Lumajang Jebol
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Gegara Karhutla hingga Banjir Sumatra, Suahasil Tambah Anggaran TKD 2026 Jadi Rp 720 T
-
7 Arti Mimpi Gempa Bumi Tapi Selamat Menurut Islam dan Primbon
-
Serentak Pukul 10 Pagi! Pemprov DKI Gelar Simulasi Gempa Bumi di 494 Gedung dan Sekolah
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah
-
Solusi Macet Ciomas! Jalan Laladon Bakal Dilebarkan 3 Meter
-
Balai Karantina Resmi Hadir di Laladon, Ekspor Ikan Hias Bogor Makin Mudah
-
Pengusutan Kasus Korupsi ATR/BPN, KPK Telisik SDM Summarecon Agung
-
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Intip Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!