SuaraBogor.id - Puluhan mahasiswa dan santri di Cianjur, Jawa Barat positif Corona. Kasus baru itu berdasarkan catatan dari Dinas Kesehatan Cianjur.
Di wilayah timur Cianjur, dimana puluhan mahasiswa dan santri terpapar COVID-19 karena proses belajar mengajar secara tatap muka, tanpa melaporkannya ke Satgas COVID-19 setempat.
"Klaster baru ini muncul di Kecamatan Ciranjang, dimana 30 orang mahasiswa sekolah tinggi di wilayah tersebut, positif COVID-19 dan 17 santri di Kecamatan Karangtengah mengalami hal yang sama," kata Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi COVID-19 Cianjur saat dihubungi di Cianjur, dilansir dari Antara, Rabu (3/3/2021).
Ia menjelaskan puluhan mahasiswa menjalani isolasi mandiri di area kampus di Kecamatan Ciranjang, sedangkan belasan santri menjalani isolasi di ponpes, di bawah pengawasan Satgas COVID-19 dan tenaga kesehatan dari pusat layanan kesehatan terdekat.
Terpaparnya puluhan mahasiswa yang tetap menjalani proses belajar mengajar secara tatap muka dan belasan santri tersebut, menjadi klaster baru di Cianjur, meski saat ini sebagian dari mereka yang terpapar sudah sembuh dan dapat beraktivitas seperti biasa.
"Terkonfirmasinya santri dan mahasiswa itu, menambah catatan baru klaster penyebaran COVID-19 di Cianjur. Sebagian sudah ada yang selesai, ada juga yang masih menjalani perawatan dan isolasi," katanya.
Bupati Cianjur Herman Suherman mengimbau seluruh pengurus ponpes dan perguruan tingi, untuk meminta izin sebelum melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka ke Satgas, karena hingga saat ini, pemkab belum memberikan izin sekolah tatap muka.
Sehingga, bagi mereka yang membandel akan mendapatkan perhatian khusus dari dinas dan instansi terkait agar tidak muncul klaster baru, karena saat ini pemerintah masih fokus memutus rantai penyebaran dan menekan angka penularan yang masih terjadi secara sporadis.
"Pemerintah sedang berusaha memutus rantai dan penyebaran, namun masih ada yang membandel. Untuk itu saya tegaskan, seluruh pengurus ponpes, perguruan tinggi dan lainnya, untuk melapor ke Satags sebelum menggelar kegiatan yang dihadiri banyak orang atau siswa," katanya. (Antara)
Baca Juga: COVID-19 Belum Berakhir, Pemkab Bintan Diminta Bagikan BLT ke Korban COVID
Berita Terkait
-
Research Design dan Pentingnya Pemahaman Metodologi bagi Mahasiswa
-
EHEF 2026 Resmi Digelar di UGM, Hadirkan 90 Kampus Eropa dan 1.000 Beasiswa
-
Geger Mahasiswa Gadungan di Acara Sumpah Pemuda, Polisi Janji Usut: Siapa Terlibat Bakal Disanksi
-
Ulasan Do You Like Brahms?: Jatuh Bangun Mahasiswa Musik Mengejar Mimpi
-
Ramai saat Demo, Sunyi setelahnya: Mengapa Gerakan Rakyat Terjebak Musiman?
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Kabar Baik Warga Ciomas dan Sekitarnya, Kemacetan Laladon Mulai Digarap 2027
-
Garap Rentetan Saksi Korupsi HGB Summarecon, KPK Panggil Pejabat BPN Bogor hingga Petinggi Swasta
-
Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah
-
Solusi Macet Ciomas! Jalan Laladon Bakal Dilebarkan 3 Meter
-
Balai Karantina Resmi Hadir di Laladon, Ekspor Ikan Hias Bogor Makin Mudah