SuaraBogor.id - Artis Jessica Iskandar kerap mendapat kritik dari netizen. Baru-baru ini, janda anak satu itu selalu berpenampilan seksi setelah tinggal di Bali.
Para netizen kritik habis-habisan Jedar sapaan akrabnya. Namun, Jesika Iskandar ini tak menganggap serius kritikan dari netizen.
"Gini lho, kalau di Jakarta itu biasanya kan masuk gedung keluar gedung, masuk studio keluar studio gitu. Kalau di Bali kan outdoor semua, pantai, beach club, rumah, itu kan panas outdoor," kata Jessica Iskandar di Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, dilansir dari MataMata.com, Selasa (30/3/2021).
"Jadi kadang aku pakai baju juga yang mau nggak mau menyesuaikan lokasi," sambungnya lagi.
Selain itu, salah satu alasan Jessica Iskandar mengenakan pakaian terbuka di Bali adalah karena cuaca. Dia berseloroh tidak mungkinke kolam renang pakai kemeja.
"Masa aku ke kolam renang pakai kemeja haha. Ya sudah kalau panas ya mau nggak mau pakai yang menyesuaikan aja," ungkapnya. "Mungkin juga karena banyak tourist jadi banyak yang nggak gimana-gimana gitu. Jadi mereka juga sudah biasa ngelihat tourists," imbuhnya.
Bintang film "Dealova" ini merasa nyaman dengan penampilan barunya. Hal ini karena banyak pula yang memuji dan senang melihat gayanya, meski ada juga yang mengkritik.
"Jadi mungkin di Bali lebih santai aja, jadi aku santai juga. Nggak ada sih yang bikin gimana-gimana, semuanya baik-baik, komentarnya selalu support, selalu positif," tuturnya.
Diketahui postingan Jessica Iskandar di Instagram pada Minggu (17/1/2021) sukses bikin heboh netizen belum lama ini. Pasalnya, dia dianggap bergaya terlalu vulgar.
Baca Juga: Penyuap Eks Mensos Disebut Pernah Diminta Sepeda Brompton
Jedar terlihat berada di Karma Kandara, Bali dalam foto tersebut. Di situ, ibu satu anak ini tampak memamerkan pose yang cukup seksi.
Tak cuma itu, baju Jessica Iskandar juga ramai dikomentari gara-gara dinilai kekurangan bahan. Outfit seksi dengan bagian dada dan perut yang terbuka memang kerap dipakai oleh Jessica Iskandar.
Berita Terkait
-
RUU 'Antek Asing': Senjata Lawan Propaganda atau Alat Bungkam Suara Kritis?
-
Gubernur Pramono Persilakan Buruh Gugat UMP Jakarta ke PTUN: Ini Negara Demokrasi
-
3 Rekomendasi Hotel Bintang 5 di Bali dengan Fasilitas Lengkap
-
Kemenhub Dorong Kesetaraan Akses Transportasi Jakarta - Bodetabek untuk Kurangi Kendaraan Pribadi
-
Senyum Immanuel Ebenezer Saat Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Mimpi Menikah Habis Lebaran Kandas, Isep Pulang Tak Bernyawa dari 'Lubang Tikus' Pongkor
-
Duka Makin Dalam! Korban Tewas Tragedi Pongkor Bogor Bertambah Jadi 5 Orang, Ini Identitasnya
-
PT Antam Tegaskan Korban Tewas Bukan Karyawan, Melainkan Penambang Tanpa Izin
-
Sempat Simpang Siur, PT Antam Akhirnya Buka Suara Soal 3 Korban Jiwa Warga Sukajaya di Pongkor
-
Parkiran Wahyu Motor Bogor Dilalap Api, 19 Motor Hangus hingga Rugi Ratusan Juta