SuaraBogor.id - Proyek pembangunan perlintasan kereta api Kebon Pedes, Kecamatan tanah Sareal, Kota Bogor ada di tangan Pemerintah Pusat.
Sebab, Pemerintah Kota Bogor menyerahkan proyek pembangunan tersebut kepada Pemerintah Pusat. Hal itu disebabkan belum bisa dikerjakan dalam waktu dekat ini.
Meski proyek pembangunan perlintasan kereta api Kebon Pedes, Kecamatan Tanahsareal, sudah diserahkan kepada pemerintah pusat, nampaknya pembangunan tersebut masih belum bisa dikerjakan dalam waktu dekat ini.
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, secara umum kami masih menunggu menunggu persetujuan dari Kantor Sekretariat Presiden (KSP).
"DED pembangunannya sudah kami ajukan ke pemerintah pusat, saat ini kami masih menunggu hasil dan keputusannya dari pusat," katanya, dilansir dari Ayobogor.com -jaringan Suara.com, Kamis (8/4/2021).
Menurutnya, belum adanya kejelasan soal pembangunan perlintasan kereta api Kebon Pedes tersebut, lantaran sejumlah faktor. Seperti pandemi Covid-19, refocusing atau pengalihan anggaran, hingga pengalihan program prioritas.
"Jadi artinya sampai saat ini, usulan pembangunan underpass atau fly over Kebon Pedes itu sudah ada di pemerintah pusat," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Rudi Mashudi, mengatakan, selain pengajuan pembangunan fly over Kebon Pedes, Pemkot Bogor juga mengajukan sejumlah program lainnya, agar dibantu oleh pemerintah pusat.
Pembangunan yang diajukan ke kantor staf presiden diantaranya adalah penataan sekitar Pasar Bogor, pembangunan dan pembebasan lahan underpass K.S Tubun, penataan GOR Padjajaran, pembangunan/rekonstruksi jembatan Otista dan pembangunan dan pembebasan lahan underpass jalan Kebon Pedes.
Baca Juga: Bayar Zakat Fitrah di Kota Bogor Tahun Ini Pakai Sistem Drive Thru
Lalu, pembangunan fly over M.A Salmun, pembangunan fly over Jembatan Merah, pembebasan lahan dan pembangunan jalan Bogor Inner Ring Road (BIRR), pembangunan underpass Baranangsiang dan pembangunan trem.
Meski begitu, Rudi mengaku belum tau kapan akan mendapatkan jawaban atas pengajuan proyek pembangunan tersebut. Ia berharap ada beberapa proyek yang bisa segera dikerjakan dalam waktu dekat ini.
"Intinya pemda mengajukan ke pemerintah pusat terkait dengan surat terdahulu pada 2019. Sekarang di pusat dikoordinatori oleh Menko Maritim. Jadi kita berharap ada beberapa program yang bisa jadi prioritas. Atau minimal bisa kami kerjakan dalam waktu dekat ini," tutupnya.
Berita Terkait
-
Bandung Arena Membara! Satria Muda Sukses Balas Dendam, Bekuk Bogor Hornbills demi Samakan Kedudukan
-
Kejutan Semifinal IBL 2026! Satria Muda dan Pelita Jaya Tumbang di Kandang
-
Jumlah Penumpang Tembus 155 Juta, KAI Percepat Modernisasi Stasiun Bogor
-
Dibuka Satria Muda vs Bogor Hornbills, Ini Jadwal Semifinal IBL 2026
-
Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Kocar-kacir! Detik-detik Pemotor di Tanah Sareal Nekat Putar Arah Demi Hindari Razia Pajak
-
Satpam RSUD Cileungsi Curi Motor OB, Terbongkar Berkat Kartu Akses dan CCTV
-
BRI Dorong Kemudahan Pembayaran Internasional Lewat QRIS Cross Border BRImo di China
-
6 Fakta Terungkapnya Kasus Bocah 9 Tahun Tewas Diserang Anjing Pemburu Babi
-
Polres Bogor Ungkap Misteri Kematian Bocah di Hutan Jasinga