SuaraBogor.id - PA 212 minta Jokowi dipenjara karena dinilai melanggar protokol kesehatan berkali-kali. Hal itu dilakukan agar adil ketika Habib Rizieq dipenjara karena dituduh melanggar protokol kesehatan.
Hal itu dikatakan Wasekjen PA 212 Novel Bamukmi. Menurut Novel, Habib Rizieq tak pantas divonis penjara 8 bulan.
Novel berpendapat demikan karena sebelumnya, Habib Rizieq telah membayar denda karena telah melanggar protokol kesehatan.
Tak hanya itu, Novel menilai Habib Rizieq merupakan sosok yang berjuang melawan Covid-19.
“Habib Rizieq harusnya bebas murni karena sudah bayar denda dan sudah minta maaf karena beliau adalah pejuang melawan Covid-19,” ujar Habib Rizieq.
Menurut Wasekjen PA 212 itu, Habib Rizieq bersama pihaknya turut langsung menyemprotkan disinfektan ke beberapa tempat demi mencegah penyebaran Covid-19.
“Bahkan sampai ke gereja dan aksi kemanusiaan lainnya di masa pandemi Covid-19,” lanjutnya.
Oleh karena itu, Novel menilai Habib Rizieq tak pantas dikenakan sanksi tersebut.
Novel dengan tegas mengatakan apabila Habib Rizieq tetap dikenakan denda dan dipenjar, maka sudah sepatutnya Presiden serta masyarakat Indonesia harus dihukum dengan hukuman yang sama.
Baca Juga: Abdee Slank Jadi Komisaris Telkom, Farhat Abbas Ungkit Perannya dalam Pemenangan Jokowi
Karena, kata Novel, presiden serta masyarakat Indonesia juga pernah melanggar protokol kesehatan.
“Kalau tetap Habib Rizieq dipenjara delapan bulan maka senua rakyat termasuk presiden harus dipenjara karena jelas melakukan kerumunan,” tegasnya.
Bahkan, Habib Rizieq menyinggung masalah kerumunan yang terbentuk saat pesta ulangtahun Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
“Khofifah dengan minta maaf lolos saja tuh dia,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pesan Jokowi ke Kader PSI: Jangan Dikit-Dikit ke Solo
-
Jokowi Dinobatkan Jadi Sesepuh Raja-raja Timor, Ribuan Warga Kupang Berebut Abadikan Momen
-
Tak Hanya Politis, Ini Alasan di Balik Kunjungan Jokowi ke Bumi NTT
-
Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris
-
Tak Risih Ada Kabinet Bayangan, Gibran: Demokrasi akan Semakin Matang
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Bus Listrik Bogor Siap Layani Rute Wisata: Sambungkan Pakansari, Margo City Hingga Puncak
-
Digerebek Tanpa Busana di Kontrakan, 3 Pria Diduga Pesta Gay di Citeureup Diarak Warga
-
Perkuat Sinergi Politik, Bupati Bogor dan DPRD Pererat Komunikasi demi Aspirasi Rakyat
-
Usut Dugaan Jual Beli Jabatan ASN, Inspektorat Kabupaten Bogor Pasrahkan Kasus ke Kepolisian
-
BRI Salurkan Pembiayaan Perumahan Rp12,17 Triliun, Presiden Hadiri Akad Massal di Batang