SuaraBogor.id - Ratusan kendaraan diputar balik di Cianjur selama pemberlakuan PPKM Darurat diberlakukan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Total hari ini, Selasa (13/7/2021) ada sebanyak 115 kendaraan mobil dan motor telah diputar balik, saat akan masuk ke wilayah Cianjur selama PPKM Darurat, lantaran tidak membawa surat keterangan tes antigen maupun tes PCR.
“Kita tidak main-main, jangan pernah masuk wilayah Cianjur tanpa membawa surat keterangan negatif tes antigen maupun PCR,” terang Kasatpol PP dam Damkar Kabupaten Cianjur, Hendri Prasetyadi disitat dari Ayobandung.com -jaringan Suara.com.
Kendaraan yang diputar balik itu saat akan memasuki wilayah di perbatasan maupun di pintu masuk Cianjur kota. Tidak ada keringanan sama sekali, semua dipaksa putar arah.
“Kami bersama unsur Polisi, TNI dan Dishub hanya melaksanakan himbauan dari Presiden melalui Bapak Bupati Cianjur, setiap kendaraan yang tidak membawa surat keterangan harus putar arah,” katanya.
Pada operasi penyekatan dalam rangka penerapan PPKM Darurat, Hendri menuturkan, masih ada masyarakat yang melanggar, baik itu perorangan maupun pelaku usaha.
Kebanyakan pelanggaran didominasi tidak memakai masker, berkerumun dan pelaku usaha yanh masih buka diluar ketentuan.
“Kami berharap masyarakat patuhi aturan PPKM Darurat ini sampai tgl 20, Kalau kita berhasil menekan penyebaran Covid-19 secara berangsur kegiatan ekonomi secara makro dapat dimulai lagi," pungkasnya.
Baca Juga: Ngotot Tak Langgar Aturan, Pria Asal Jakarta Pilih Dipenjara Ketimbang Denda Rp100 Ribu
Berita Terkait
-
Kisah Maling Mobil Masih Punya Hati Nurani: Putar Balik saat Tahu Ada Anak Kecil Terbawa
-
Bikin Jantungan! Manuver Ekstrem Truk Trailer Putar Balik di Tol Semarang-Solo Nyaris Picu Tabrakan
-
Bupati Cianjur Wahyu Ferdian Bercita-cita Cepat Meninggal
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Guna Hemat Anggaran, Pemkab Bogor Resmi Setop Kebijakan Sewa Kendaraan Dinas
-
Warga Parung dan Kemang Bersiap, Pemkab Bogor Mulai Bersihkan Saluran Air untuk Atasi Banjir
-
Catat Tanggalnya! Mulai 20 Juni, Kebun Raya Bogor Hadirkan Pameran Hasil Bumi
-
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Penghentian Sementara Makan Bergizi Gratis di Kota Depok
-
KPK dan Ombudsman Pantau SPMB Cianjur, Kepala Sekolah Nekat Pungli Bakal Kena Sanksi Berat