SuaraBogor.id - Baru-baru ini produk ayam dan telur di kandang baterai. Hal itu disebabkan salah satu perusahaan di Indonesia yakni AW Indonesia membelinya di lokasi tersebut.
Diketahui, bahwa belakangan ini ada sebuah petisi www.change.org/AWIndonesia yang meminta rantai restoran A&W berkomitmen untuk tidak membeli telur dari peternakan kandang baterai.
Hal itu terungkap adanya informasi ratusan taksi online mengajak para penumpang untuk menandatangani petisi www.change.org/AWIndonesia, terkait produk yang dibeli dari kandang baterai.
Mengutip Suara.com, saat ini, berdasarkan pantauan petisi penolakan produk dari peternak ayam baterai sudah ditandatangani lebih dari dua ribu orang.
"A&W mengklaim menyediakan makanan cepat saji berkualitas tinggi dengan etos kerja yang baik. Kami meminta mereka untuk lebih welas asih terhadap ayam dan berkomitmen untuk tidak menggunakan telur dari peternakan kejam yang memperlakukan ayam seperti mesin," kata manajer kampanye Act for Farmed Animals, Anggodaka, beberapa saat lalu.
Hingga kini, restoran yang sudah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1985 itu diketahui belum memberi respon apapun terkait hal ini.
Sebenarnya, AW sendiri sudah berkomitmen rantai pasokan telur bebas kandang untuk operasi mereka di Kanada, namun hal ini tidak kunjung dilakukan di Asia.
Untuk informasi, metode ternak ayam kandang baterai dianggap sebagai salah satu praktik paling kejam dalam industri peternakan karena ayam petelur tidak bergerak bebas.
Dampaknya, ayam bisa mengalami frustrasi dan jadi lebih rentan terhadap perkembangan penyakit yang menyakitkan seperti osteoporosis.
Baca Juga: Epidemiolog Khawatirkan Lonjakan Kasus meski Rasio Positif Makin Rendah
Tidak hanya berbahaya bagi ayam, Koordinator Act For Farmed Animals Among Prakosa mengungkapkan, kandang baterai dapat memicu munculnya penyakit berbahaya bagi manusia.
PBB telah menjelaskan bahwa sistem kurungan kandang baterai dapat meningkatkan risiko munculnya zoonosis, penyakit yang berasal dari hewan dan bisa menular ke manusia. Seperti flu burung, Covid-19, dan Salmonellosis.
Sejumlah penelitian memperlihatkan adanya kontaminasi bakteri Salmonella secara signifikan lebih tinggi dalam peternakan kerangkeng seperti kandang baterai.
Tag
Berita Terkait
-
Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar
-
Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah
-
Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil, Ratusan Organisasi Cium Bahaya Dwifungsi TNI
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029
-
Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal
-
Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober
-
Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Dorong Pertumbuhan UMKM dan Sport Tourism
-
Mutasi Polri: Kombes Pol. Adhitya Panji Anom Resmi Jabat Kapolresta Bogor Kota