SuaraBogor.id - Hujan deras yang mengguyur di awal bulan November ini membuat banjir di sejumlah wilayah. Di Cianjur, puluhan rumah di tiga Kampung di Desa Sukanagara, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terendam banjir, setelah hujan deras turun diwilayah tersebut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, tiga kampung yang terendam banjir, yaitu, Kampung Kaum, Kampung Pos, dan Kampung Paratag. Senin (01/11/2021).
Dedi (37) warga Kampung Pos, Desa Sukanarga, mengatakan hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan itu menyebabkan Sungai Cibala yang membentang ditengah kota Sukanagara meluap hingga merendam tiga kampung.
"Hujannya deras sekali, sehingga debit air di Sungai Cibala meluap ke permukiman warga, puluhan rumah warga pun terendam banjir," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Tidak ada korban jiwa dalam bencana itu, kata dia, namun sejumlah barang rumah tangga milik warga rusak akibat terendam banjir.
"Warga masih bahu membahu membantu evakuasi barang-barang milik warga yang terdampak. Hingga saat ini belum ada laporan korban," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Ade, mengaku sudah menerima laporan dari masyarakat adanya banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Sukanagara.
"Kami sudah menurunkan personil BPBD ke lokasi kejadian, dan saat ini petugas sedang melakukan pendataan serta penanganan," katanya
Menurutnya, laporan yang diterima, banjir itu merendam tiga kampung yang terada di Desa Sukanagara, yaitu Kampung Pos, Kampung Kaum, dan Kampung Paratag.
"Berdasarkan data sementara dari tiga kampung itu, sebanyak 80 rumah warga terendam banjir, sedangkan untuk data yang lainya masih dalam assesment," ujarnya.
Ia mengatakan, hingga saat ini petugas BPBD dibantu dengan personil TNI/Polri dan warga masih melakukan penanganan di lokasi kejadian.
"Air yang merendam puluhan rumah saat ini sudah mulai surut, beberapa warga pun tengah membersihkan lumpur dan material yang terbawa banjir," ucapnya.
Berita Terkait
-
Pendangkalan Sungai Hambat Aktivitas Nelayan di Padang
-
Menguji Iritnya Honda PCX 160 RoadSync dalam Touring ke Rancabali
-
Baru Sebulan Pascabencana Mematikan, Izin Tambang Andesit Terbit di Kawasan Hulu Sumbar
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Sisa Material Banjir Bandang Masih Selimuti Kawasan Muara Batang Kuranji
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
Siap-siap Operasi Gabungan! Angkot Tua di Kota Bogor Bakal Dipaksa Berhenti Narik
-
Otak Pembacokan Sadis di Tanah Sareal Ternyata Residivis Begal, Libatkan Pelajar SMK
-
Nasib Ratusan Pedagang Pasca Penggusuran Jalur Puncak, Pasrah Kios Puluhan Tahun Rata dengan Tanah