SuaraBogor.id - Pegiat olahraga ekstrem seperti skateboard dan sepeda BMX mengeluhkan kondisi area berman skateboard atau skatepark di alun-alun Kota Depok, Jawa Barat.
Mereka mengeluh karena tidak bisa menggunakan skatepark yang dipenuhi balita dan anak kecil bermain bersama orang tuanya, Minggu (16/1/2022).
Kepala UPTD Taman Hutan Raya (Tahura) DLHK Kota Depok, Lintang Yuniar Pratiwi memberi tanggapan atas keluhan ini.
Lintang menyebut, skatepark memang selalu dipenuhi anak-anak yang bermain bersama keluarganya setiap akhir pekan.
“Karena antusias dan intensitas pengunjung alun-alun mencapai puncaknya di Sabtu dan Minggu,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (16/1/2022).
Karena kondisinya yang tidak mungkin digunakan pada akhir pekan, Lintang menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan komunitas-komunitas olahraga ekstrim.
Dia telah meminta pegiat olahraga ekstrim di masing-masing komunitas untuk bermain di hari kerja.
“Kemarin sudah koordinasi dengan komunitas tersebut, untuk fasilitas (skatepark) weekend belum bisa. Mereka kami persilahkan bermain di weekdays,” beber Lintang.
Pegiat olahraga ekstrim terpaksa diminta mengalah karena DLHK kerap kewalahan menghadapi banyaknya pengunjung yang datang dan bermain di skatepark pada akhir pekan.
Baca Juga: Maling Ayam Langsung Dihukum, Netizen Minta Maling Duit Rakyat Diperlakukan Seperti Ini
“Mengingat kondisi pengunjung yang luar biasa, takut menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Lintang.
Menurut Lintang, pihaknya selalu memberi peringatan tentang potensi bahaya bagi anak-anak yang bermain di sekitar skatepark.
Peringatan ini biasa disampaikan melalui pengeras suara dan spanduk yang terpasang di sekeliling skatepark.
“Anak-anak atau orang yang tanpa keahlian dan pendampingan dilarang menggunakan fasilitas tersebut. Tapi memang (pengunjung) sulit dikendalikan karena saking banyaknya,” tandasnya.
Kontributor : Immawan Zulkarnain
Berita Terkait
-
Izinkan Mobil Dinas untuk Mudik, Wali Kota Depok Bisa Diperiksa dalam Kasus Korupsi
-
Blunder Izinkan Mudik Pakai Mobil Dinas, Dedi Mulyadi Panggil Wali Kota Depok 8 April
-
Bima Arya Pastikan Wali Kota Depok Akan Ditegur, Imbas Izinkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas
-
Wali Kota Depok Izinkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, KPK: Mestinya Cegah Penyalahgunaan Fasilitas
-
5 Cara Mencegah Bayi Dicium Orang Lain saat Kumpul Lebaran, Waspada Bahayanya
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
Terkini
-
Kemarin Puncak Lumpuh Total! Macet Parah dari Gadog Sampai Cibodas
-
Ajak Warga Berlibur di Bogor, Rudy Susmanto Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan
-
Dilarang Berenang, Dua Wisatawan Bandung Tetap Nekat, Akhirnya Terseret Ombak Pantai Jayanti Cianjur
-
Sejarah Bogor dalam Lensa! Pameran Foto PFI Bogor Meriahkan Open House Bupati
-
Geram ke Kades Klapanuggal, Dedi Mulyadi: Kepala Desa Peminta THR Lebih Parah dari Preman