Andi Ahmad S
Selasa, 15 Maret 2022 | 12:27 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual. [Suara.com/Rochmat]

SuaraBogor.id - Seorang murid di Cianjur, Jawa Barat diduga jadi korban skandal seks seorang kepala puskesmas berinisial AM.

Hal tersebut terungkap, saat korban mengaku bahwa sudah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari kepala puskesmas di Kabupaten Cianjur tersebut.

Siswi SMA berinisial SL, mengaku, Kepala Puskesmas, AM tidak mau bertanggung jawab untuk menikahinya. Padahal, AM dan SL telah berpacaran selama beberapa bulan dan berjanji untuk menikahinya.

“Intinya dia jadi tidak mau bertanggung jawab aja. Bulan November sampai Desember 2021 pas saya masih sekolah, itu sempat berpacaran dengan dia,” ucap SL, mengutip dari Cianjur Today -jaringan Suara.com, Selasa (15/3/2022).

Baca Juga: Kasus Pemuda Cianjur Belum Divaksin tapi Sudah Dapat Sertifikat, Herman Suherman: Itu Human Error

Selama berpacaran, pihak keluarga sempat mengetahui SL dan AM melakukan hubungan suami istri beberapa kali di tiga tempat yang berbeda.

SL mengaku ia terbuai oleh rayuan AM yang berjanji akan menikahinya. Namun, hingga kabar miring tersebut tersebar dan membuat SL terpojok, AM belum juga menepati janjinya.

“Jadi, pihak keluarga merasa dirugikan. Kemarin, papah saya udah nelepon juga ke dia dari bulan Januari 2022 kemarin. Tapi dia terus bilang nanti, setiap papah nelepon. Akhirnya dia blokir nomor saya, papah saya, dan keluarga yang sering telepon dia,” tambah SL.

Sementara itu, orang tua SL, Kuswandi mengatakan, pihaknya mengaku kecewa dengan perlakuan Kepala Puskesmas tersebut.

Ia menyayangkan sikap AM sebagai Aparatur Sipil negara (ASN) yang tidak dapat menjaga perilaku serta memegang janji.

Baca Juga: Kayuh Sepeda dari Cibitung ke Jakarta, Rusin Hanya Ingin Anaknya Dapat Keadilan

“Tadinya, saya mau selesai secara kekeluargaan. Karena saya juga masih punya rasa kemanusiaan, memikirkan juga bagaimana nasibnya kalau ini sampai ramai di luar. Saya pun tadinya berharap pihak sana bisa kooperatif, mau menyelesaikan secara kekeluargaan saja. Tidak perlu sampai ramai-ramai,” terangnya.

Load More