SuaraBogor.id - Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea angkat bicara terkait kasus viral Pak Paidi, seorang bapak dari Tulang Bawang, Lampung yang divonis 8 tahun 6 bulan penjara karena dituduh perkosa keponakan sendiri.
Lewat akun Instagram pribadinya, @hotmanparisofficial, Hotman menerima keluarga pak Paidi yang datang ke Kopi Joni.
Dalam video itu, Hotman Paris bertanya kepada istri Pak Paidi soal kasus yang menimpa suaminya tersebut.
Dalam penuturannya, istri Pak Paidi mengatakan bahwa keponakan yang menuduh suaminya memperkosa itu pada 30 Agustus 2021, sempat datang untuk meminta maaf karena sudah memfitnah dan melakukan pencemaran nama baik dari pak Paidi.
Sang istri menambahkan bahwa pihak mereka juga memiliki bukti rekaman video saat si keponakan datang meminta maaf.
"Jadi keluarga korban mengaku bahwa memang tidak bukti pemerkosaan?" tanya Hotman kepada istri Pak Paidi.
Hotman lalu menegaskan bahwa bukti rekaman video itu merupakan bukti material yang kuat.
"Ada video rekamannya?" tanya Hotman lagi. Pihak keluarga dan pengacara pak Paidi menegaskan bahwa mereka punya bukti rekaman tersebut.
"Pak pengacara itu jadi alat bukti gak?" tanya Hotman kepada pengacara Pak Paidi.
Baca Juga: Kemenangan Johnny Depp Jadi Penyemangat Hotman Paris Lawan Iqlima Kim
Pengacara pak Paidi mengatakan bahwa video itu sudah dijadikan sebagai alat bukti.
"Oke, Ketua pengadilan Negeri Lampung, itu salah satu bukti yang sangat material," tegas Hotman.
Istri korban juga menambahkan bahwa keponakannya tersebut dari hasil visum sudah mengakui bahwa dirinya sudah berhubungan badan dengan kekasihnya sejak 2019.
Unggahan dari Hotman ini pun menuai respon positif dari banyak pihak. Publik berharap Hotman Paris bisa terus mengawal kasus Pak Paidi.
Kasus dugaan fitnah pemerkosaan kepada Pak Paidi
Sebelumnya, publik dibuat geger dengan kasus viral yang menimpa Pak Paidi, warga di Tulang Bawang, Lampung.
Sang anak melalui akun media sosial Tiktok @nabillaptryyyyyyy menceritakan kronologi fitnah yang dilayangkan terhadap ayahnya. Cerita akun tersebut lantas viral dan tersebar di berbagai media sosial salah satunya diunggah ulang oleh akun Twitter @privacy12276.
Diceritakan korban berinisial MR (16) merupakan keponakan terduga pelaku Paidi yang sebelumnya sering menginap dirumah keluarga Paidi.
"Bermula di awal Januari si 'ML' tinggal dirumah kami yang bertepatan di Kampung Penawar Rejo Unit 1 Kabupaten Tulang Bawang karena niat dia mau melanjutkan sekolah di dekat rumah kami," tulis kalimat pembuka awal thread tersebut.
Dari situ wanita ini mengungkapkan bahwa saat MR menginap di kediaman mereka, sikap tingkah dan perilaku MR telah tak baik.
"Belum juga menginap dia udah keluar dengan laki laki, keluar dekat Maghrib dan pulang jam 10an, dia memakai barang barang saya tanpa seijin saya," ungkapnya kemudian.
Singkat cerita sejak saat itu wanita ini tak mengijinkan MR untuk kembali menginap di rumah mereka.
Atas dasar hubungan kekeluargaan, saat ayah MR meninggal dunia, keluarga Paidi pun senantiasa menyampaikan bela sungkawa dan tetap menjalin hubungan silaturahmi dengan keluarga MR.
Akan tetapi berdasarkan keterangan dalam Thread tersebut sesampainya disana rupanya kebohongan dan kejanggalan mulai bermunculan.
"Kami diundang, sampai sana gak ada acara, si anak gila ini ngomong kakaknya kritis sakit, eh si kakaknya bilang istrinya mau melahirkan, tapi mereka gak ngabarin kalau gak ada yasinan," lanjutnya.
Pemilik akun tersebut lantas menceritakan kronologi bagaimana hingga akhirnya sang ayah difitnah melakukan tindakan tak senonoh kepada MR.
Yakni saat Paidi memberikan tumpangan kepada MR ke tempat kerjanya di salah satu cafe wilayah Simpang Asahan.
"Intinya bapak lewat depan rumah mereka terus didepan rumah ada ibu si MR, bapak mampir sekalian jenguk yang lahiran, eh pas pulang ibunya nitipin anak ini nyuruh bapak anterin ke tempat kerja karena searah," ungkapnya.
Diperjalanan itu saat Paidi mengantarkan MR ke Cafe tempatnya bekerja, sang kakak yang bernama Suryadi.
"Ya udah deh dianterin bapak naik mobil, eh dibelakang itu ada kakak laki lakinya namanya Suryadi ngikutin dari belakang sambil nunjukin jalan ke Cafe," ceritanya.
Akan tetapi siang sangka niat baik Paidi mengantarkan sang keponakan ke tempat kerja malah berbuntut petaka bagi dirinya dan keluarga.
Paidi dituduh melakukan pelecehan terhadap MR saat diperjalanan menuju ke Cafe tersebut.
"Tiba tiba di siang bolong jam 2 an, tanggal 29 Agustus 2021 kakaknya atas nama Sarbini datang ke rumah kami marah marah, menuduh, memfitnah bapak melakukan tindakan tidak senonoh dengan adiknya," kata wanita ini dalam postingannya.
Fitnah bersumber saat korban kesurupan
"Jadi mereka buat fitnah itu dibilang adeknya kesurupan dimasukin arwah ayahnya yang meninggal itu ngomong katanya sudah dianuin oleh bapak Paidi," tambahnya.
Berdasarkan cerita dalam Thread tersebut keluarga Paidi bahkan sempat menyambangi rumah MR saat tuduhan itu dilayangkan dengan maksud menanyakan maksud dan kebenaran serta klarifikasi. Akan tetapi yang bersangkutan malah melakukan tindakan diluar dugaan.
"Sampai disana ibu dan bapak malah disuguhi dengan orang yang kesurupan jadi dia kesurupan bahkan sampai menendang, menabok, mencekik bapak, beneran ya guys bapak tu beneran sepolos itu gak ngelawan," tulisnya.
Pengakuan keluarga MR yang menyatakan bahwa gadis itu melamun dan trauma justru berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada dimana MR justru update status Tiktokan.
Kisah drama keluarga MR dikatakan berlanjut saat mereka sekeluarga datang meminta maaf kepada Paidi atas tuduhan pelecehan tersebut pada tanggal 30 Agustus 2021, namun tiba tiba rupanya mereka telah melaporkan Paidi ke pihak yang berwajib.
"Tanggal 20 September 2021 tanpa ada surat panggilan satu pun, tiba tiba bapak ditangka dirumah oleh 13 orang dari Polres Mesuji," katanya dalam unggahan itu.
Fakta dari persidangan menyebutkan bahwa MR sendiri telah mengaku melakukan perbuatan hubungan badan dengan kekasihnya sebelumnya.
Tuduhan Paidi hingga dirinya menjadi terdakwa dan menjalani hukuman menarik perhatian banyak pihak mulai dari keluarga dan rekan rekannya.
Dalam akun Tiktok tersebut banyak pihak yang merasa keberatan dengan dakwaan yang dilayangkan hingga melakukan aksi unjuk rasa demi keadilan Paidi.
Hingga kini pihak keluarga masih terus berharap adanya keadilan dan keajaiban atas kebenaran yang membuat Paidi mendekam di balik jeruji.
Tag
Berita Terkait
-
Viral Paman Diduga Difitnah Lecehkan Keponakan, Kini Divonis 8 Tahun Penjara, Publik: Lebih Lama dari Korupsi?
-
Bejat! Paman Tiri di Gunung Tabur Ini Tega Setubuhi Keponakan saat Sedang Tidur Lelap
-
Diduga Difitnah Cabuli Keponakan Sendiri, Pria Paruh Baya Ini Masuk Bui, Kisahnya Viral Jadi Sorotan Publik
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ahmad Aswandi Desak Pemkot Segera Sosialisasi PSEL di Kayumanis Lebih Luas: Warga Butuh Kejelasan
-
Anggota Linmas di Dramaga Tewas Tertimbun Longsor, Bupati Bogor Imbau Warga Waspada
-
Bongkar Penyebab Banjir Puncak - Cipanas, Alih Fungsi Lahan Jadi Biang Kerok
-
5 Rekomendasi Sepeda Harga 1 Jutaan Enteng Banget Saat Menanjak, Kualitas Bukan Kaleng-kaleng
-
4 Poin Utama Penolakan Warga Terhadap Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah di Kayumanis