SuaraBogor.id - Lagi dan lagi, aliran Sungai Cileungsi tercemar limbah dengan mengeluarkan bau menyengat dan dipenuhi busa terjadi pada Rabu (27/7/2022).
Peristiwa dugaan pencemaran limbah tersebut terjadi di aliran Sungai Cileungsi tepatnya di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Kinan tukang perahu atau rakit penyeberangan, mengatakan, sejak pagi Sungai Cileungsi dipenuhi gelembung busa yang hampir memenuhi sungai diduga akibat limbah industri.
“Ya sungai ini dipenuhi gelembung busa yang menumpuk, air sungai ini hampir tidak kelihatan, yang terlihat hanya tumpukan gelembung busa,” kata Kinan kepada wartawan.
Baca Juga: Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Ade Yasin, Ini Kata Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto
Selain busa yang menumpuk di aliran sungai tersebut, menurut Kinan ada pula bau yang sangat menyengat dari munculnya busa tersebut.
“Bukan bau lagi tapi sangat menyengat, kalau kecium hidung bawaannya bersin-bersin, pokoknya tadi pagi kali ini hampir ketutup busa semua,” jelasnya.
Sementara itu, Bayu perwakilan dari Pemerintah Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri membenarkan adanya busa yang sangat menumpuk di aliran sungai yang berada di Desa Bojongkulur itu. Busa tersebut diduga berasal limbah dari pembuangan industri di bantaran aliran Sungai Cileungsi.
“Saya mendapat kabar bahwa ada gelembung busa yang memenuhi aliran Sungai Cileungsi, entah dari mana asalnya busa busa tersebut sampai memenuhi sungai ini,” jelasnya.
Masih kata Bayu, dengan adanya kejadian seperti ini harus ada pengawasan dari pihak terkait agar bisa mengetahui asal limbah tersebut.
Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto Dipanggil KPK, Ada Apa?
“Ya kejadian seperti ini harus ada penindakan dari instansi terkait, seperti pemerintah daerah, provinsi atau pusat, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Angkot Dilarang ke Puncak saat Libur Lebaran 2025: Siap-Siap Cari Alternatif
-
Hibisc Fantasy Puncak Punya Siapa? Tegas Dibongkar Dedi Mulyadi Walau Baru Dibuka
-
Puncak Bogor Luluh Lantak! Jembatan Putus Diterjang Banjir Bandang
-
OOTD Mewah Kades Wiwin Komalasari yang Hina Nasi Kotak, Kacamata Saja Tembus 3 Kali UMK Bogor?
-
Urus Sertifikat Tanah di BPN Kabupaten Bogor Lambat, AHY Bisa Apa
Tag
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
Terkini
-
Kemarin Puncak Lumpuh Total! Macet Parah dari Gadog Sampai Cibodas
-
Ajak Warga Berlibur di Bogor, Rudy Susmanto Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan
-
Dilarang Berenang, Dua Wisatawan Bandung Tetap Nekat, Akhirnya Terseret Ombak Pantai Jayanti Cianjur
-
Sejarah Bogor dalam Lensa! Pameran Foto PFI Bogor Meriahkan Open House Bupati
-
Geram ke Kades Klapanuggal, Dedi Mulyadi: Kepala Desa Peminta THR Lebih Parah dari Preman