SuaraBogor.id - DPD Partai Demokrat Kabupaten Bogor merayakan hari ulang tahun presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sekaligus HUT Partai Demokrat ke 21 tahun.
Perayaan tersebut sekaligus jadi momentum Partai Demokrat untuk mengingatkan kembali perjuangan SBY ketika menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia.
Perayaan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Anton Sukartono Suratto, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan, Ketua DPC Demokrat kabupaten Bogor Dede Dede Chandra Sasmita dan seluruh fraksi partai demokrat pada DPRD Kabupaten Bogor.
Di hari ulang tahun SBY ke 73 ini, Anton mengatakan bahwa betapa kerasnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menolak BBM di masa kepemimpinan presiden SBY. Namun, saat menjadi penguasa PDIP pun melakukan hal yang serupa.
"Kita tahu sendiri, mereka yang ngucap (tolak kenaikan BBM), mereka juga yang naikan," tegas Anton, Jumat (9/9/2022).
Menurutnya, kebijakan kenaikan BBM di rezim presiden Joko Widodo dianggap membuat susah rakyat.
Sebab, usaha pemerintah dalam rangka menjaga stabilnya keuangan negara malah dilimpahkan kepada rakyat.
"Masyarakat sudah susah, kalau sudah melakukan semuanya baik penghematan, pengadaan pajak bagi pengusaha batu bara dan usaha lainnya. Kalau Itu semua itu sudah dilakukan dan terpaksa menaikkan BBM ya silahkan, tapi selama ini kita tidak melihat itu, tiba-tiba dinaikan BBM," ujarnya.
Selain itu, ia menilai tidak ada urgensi yang sangat mendesak untuk menaikkan BBM tersebut.
Berbeda saat masa SBY yang saat itu menaikkan BBM karena kondisi ekonomi bangsa sedang labil dan harga minyak dunia pun naik hingga mencapai US$ 150 per barel.
"Waktu itu harga minyak naik, sampe 150 dolar per barel. Jadi pada saat itu kita ikuti pasar dunia bahwa minyak lagi naik," ungkapnya.
Baca Juga: Driver Ojol Datangi Kantor DPP PKS, Titip Aspirasi Keberatan Kenaikan BBM
Namun, kata dia, kenaikan BBM pada era SBY ditolak habis-habisan oleh PDI-P dengan tangisan. Sehingga, dirinya akan mengikuti intruksi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mempersiapkan kadernya untuk turun menolak kenaikan harga BBM.
"Kita tunggu perintah saja, kalau memang ada perintah Kita akan turun," pungkasnya.
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Berita Terkait
-
Driver Ojol Datangi Kantor DPP PKS, Titip Aspirasi Keberatan Kenaikan BBM
-
Berikut Kekurangan dan Kelebihan Kendaraan Listrik, yang Disebut Bisa Jadi Solusi Harga BBM Naik
-
BLT BBM Mulai Disalurkan di Kota Tegal, Warga Penerima Curhat: Sebenarnya Tidak Cukup
-
Sikapi BBM Naik, Sahabat Sandi Sinjai Gelar Bazar Sembako Murah Bantu Warga
-
Massa Ojol dan Mahasiswa Bakal Demo Tolak Kenaikan Harga BBM Lagi Hari Ini, Ribuan Polisi Disiagakan di 3 Lokasi
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Muncul Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong
-
Dugaan Napi Huni 'Rumah Apartemen' di Lapas Cibinong, Ditjenpas Klaim Rumah Dinas
-
BRI InFrame 2026 Ajak Masyarakat Abadikan Geliat Ekonomi Indonesia
-
Baru Bertindak Usai Viral di Medsos, DLH Kota Bogor Kandangkan Truk Sampah Penambal Triplek
-
Kasus Korupsi di Bogor Disorot Tajam