Bahkan, nama Jenderal Bintang Empat tersebut telah masuk radar parpol sebagai salah satu tokoh potensial dan berpeluang menggantikan Presiden Jokowi.
Dr Hendrawan Saragi mengatakan, gerakan ini memang masih awal dan belum menuju upaya tawaran koalisi partai politik atau parpol guna menghantarkan dan mendapatkan dukungan.
"Kita belum ada koalisi dengan parpol. Tetapi sejauh ini yang kita sudah melihat ada beberapa parpol yang sudah mengakui ketokohan dari Jenderal Andika Perkasa," kata Dr Hendrawan Saragi.
Sementara itu, hasil Survei Kepemimpinan Nasional Kompas menunjukkan dinamika pada papan tengah tokoh yang berpeluang dipilih menjadi Calon Presiden pada Pemilihan Presiden 2024.
Terdapat nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang memperoleh dukungan 2 persen sebagai capres.
Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan perolehan dukungan terhadap Andika jauh lebih tinggi ketimbang Ketua DPR RI Puan Maharani.
Puan hanya memperoleh 0,6 persen dukungan untuk terpilih menjadi capres di Pilpres 2024 pada survei yang diselenggarakan Litbang Kompas pada 17-30 Januari 2022.
Sementara rekan Puan di PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo berada di posisi ke dua teratas dengan perolehan 20,5 persen dan Tri Rismaharini dengan 2,6 persen. Adapun yang tertinggi Prabowo Subianto dengan 26,5 persen.
"Dan apa yang sudah ada di survei-survei sebelumnya, itu sudah memberitahukan pada kita bahwa nama beliau juga masuk radar atau perhatian dari partai politik. Tetapi yang kita inginkan adalah kita tentunya murni memilih calon yang berintegritas, kita lihat Jenderal Andika Perkasa memang cocok sebagai Capres RI di luar apa yang sudah ditentukan oleh partai-partai," tambah Dr Hendrawan Saragi.
Baca Juga: Setelah Anies Tak Jadi Gubernur, Fraksi PDIP Bukan Oposisi Pemerintah Jakarta Lagi
Dr Hendrawan Saragi menjelaskan, selama ini Jenderal Andika Perkasa telah mempromosikan kebijakan perdamaian dan persahabatan dengan semua bangsa, tanpa melibatkan aliansi memihak antara satu dengan yang lain.
Jauh dari ide utopis, visi dan kebijakan Jenderal Andika Perkasa didasarkan pada pemahaman realistis tentang situasi geopolitik Indonesia di Asia Pasifik dan dunia. Selain itu, Jenderal Andika juga mampu membuat hubungan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berjalan sinergis dan harmonis.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Kabar Baik Warga Ciomas dan Sekitarnya, Kemacetan Laladon Mulai Digarap 2027
-
Garap Rentetan Saksi Korupsi HGB Summarecon, KPK Panggil Pejabat BPN Bogor hingga Petinggi Swasta
-
Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah
-
Solusi Macet Ciomas! Jalan Laladon Bakal Dilebarkan 3 Meter
-
Balai Karantina Resmi Hadir di Laladon, Ekspor Ikan Hias Bogor Makin Mudah