SuaraBogor.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan bahwa Wali Kota Bogor, Bima Arya menepati janjinya untuk menyelesaikan permasalahan GKI Yasmin, Kota Bogor.
Mahfud MD menyebut Bima Arya sempat langsung datang ke kantornya untuk meminta arahan dalam menyelesaikan persoalan GKI Yasmin yang belasan tahun belum menemukan titik terang.
"Proses pembangunan gereja ini sangat berliku dan melalui jalur panjang, saya masih ingat ketika 24 Januari tahun 2020, ketika saya baru saja tiga bulan mengisi jabatan sebagai Menko Polhukam, bapak Bima Arya dan panitia pembangunan berkunjung ke kantor saya dan meminta dukungan," kata Mahfud MD saat memberikan sambutan dalam peresmian Gedung Gereja GKI Bogor Barat, Minggu 9 April 2023.
Kemudian, Bima Arya dan Mahfud MD meyakini bahwa pembangunan Gedung Gereja GKI Yasmin itu bisa tuntas sebelum masa jabatan Bima Arya habis sebagai Wali Kota Bogor.
"Pada saat itu juga kita berjanji untuk menyelesaikan pembangunan GKI, yang dulu terkenal dengan GKI Yasmin. Beliau mengatakan akan menyelesaikan sebelum masa jabatannya berakhir, janji tersebut sudah dipenuhi," jelas Mahfud MD.
Menurut dia, peresmian Gedung Gereja GKI Bogor Barat itu merupakan jerih payah kepala daerah dalam merealisasikan dan menegakkan tolerasi beragama di wilayah Kota Bogor.
"Ini merupakan kado paskah yang istimewa. Penghargaan dan apresiasi kepada semua pihak saya sampaikan, yang telah berjuang dan bekerjasama sehingga mampu menyelesaikan pembangunan Gedung Gereja yang representatif ini," papar dia.
Sebab, lanjut dia, kebebasan beragama dan menjalankan ibadah merupakan hak konstitusional warga negara Indonesia. Sehingga, Pemerintah wajib hadir dalam menegakkan hak konstitusional itu.
"Kebebasan beragama dan keyakinan dalam menjalankan ibadah adalah hak konstitusional, dimana setiap warga negara dijamin dan dilindungi oleh negara. Peremsian ini merupakan bentuk nyata dari negara dalam hadir dan memenuhi hak konstitusional warga negara khususnya bagi warga negara yang beragama Kristen," tutup dia.
Baca Juga: Tak Mampu Cepat Atasi Konflik Gereja GKI Bogor Barat, Bima Arya: Saya Menyesal!
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Berita Terkait
-
Tak Mampu Cepat Atasi Konflik Gereja GKI Bogor Barat, Bima Arya: Saya Menyesal!
-
Cek Fakta: Mahfud MD Umumkan Sejumlah Nama Anggota DPR yang Terlibat Korupsi, Benarkah?
-
CEK FAKTA : Mahfud MD Bocorkan Putusan Sidang Banding Ferdy Sambo, Kapolri dan Hakim Tak Beri Ampun, Benarkah?
-
KPK Geledah Rumah Arteria Dahlan dan Temukan Uang Ratusan Miliar? Cek Faktanya!
-
Mahfud MD Siap Sikat Ribuan Kasus Perdagangan Orang di Indonesia: Saya Sudah Pegang Daftar Jaringannya
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
IPB University Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual: Sanksi Berat Menanti Pelaku
-
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Kawal Kasus Pungli Kemenag: Harus Transparan
-
Setelah UI Kini IPB, Skandal 'Grup Chat' Mahasiswa Bongkar Dugaan Predator Seksual di Kampus
-
Sentul City Jadi Basis Penipuan Daring, 13 WNA Jepang Diusir dari Indonesia