SuaraBogor.id - Kehidupan Sri Widianti (32) baru-baru ini menyita perhatian publik. Dia diceraikan sang suami lantaran ayam peliharaan kesayangan mati.
Sri Widianti merupakan warga Desa Gunung Picung, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, dia kini hidup di jalanan demi menghidupi anaknya.
Saat ditanya petugas Dinsos Kota Bogor Sri menyampaikan bahwa perceraian itu bermula saat sang suami memiliki ayam yang bertelur 8 butir.
Namun, dari 8 telur itu, empat anak ayam milik sang suami mati saat suaminya tengah bekerja di Tangerang.
"Cuman karena anak ayamnya meninggal pak saya dicerai. dia kan punya ayam, bertelor, yang empat (mati), yang empat masih hidup. Itu jadiin alasan buat dia bercerai, sampai bilang (memaki) kasar," kata dia, Kamis (16/10/2023).
Ia sempat meminta maaf pada sang suami karena tidak bisa mampu merawat dengan baik ayam milik suaminya. Namun, suami tetap tidak memaafkannya.
"Saya kan udah minta maaf, tapi kekeuh (tetap) dia gamau lagi sama saya, saya akan mencari pengganti kamu katanya," papar dia.
Amarah suami Dwi meluap, hingga sang suami tidak pernah pulang ke rumahnya selama dua pekan. Sampai-sampai Dwi mengabari teman sejawat sang suami untuk menanyakan keberadaan sang suami.
"Selama dua minggu iti dia ga pulang-pulang. Saya tanyain ke temennya, kata suami saya maluin tanya-tanya ke orang," papar dia.
Baca Juga: Gara-gara Anak Ayam Peliharaan Mati, Istri Dua Anak di Bogor Diceraikan Suaminya
Saat tiba di rumah pada 23 Oktober 2023 lalu. Sang Suami benar-benar tidak berbicara sedikitpun dengan Dwi yang dianggap tidak mampu menjaga peliharaannya.
"Keesokan harinya, saya kan tanya, bener-bener (mau cerai), kata saya boleh bercerai sama saya, tapi anak dibawa sama saya," jelasnya.
Dwi bahkan kebingungan harus bagaimana. Sebab, sang suami meminta cerai, namun tidak ingin memproses akta perceraian.
"Belum (resmi), saya minta akte cerai, katanya urusin aja sendiri. Dia yang ceraikan tapi dia yang minta saya urusi sendiri," ungkapnya.
Kini, Dwi hidup di jalanan di daerah kota Bogor. Dia berusaha mencari pekerjaan untuk menghidupi kedua anak kandungnya.
"Kalau ada uang, saya mau ngontrak, mau jualan aja di alun-alun Kota Bogor, mau jualan minuman," tutup dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Ucapkan Selamat Tinggal Macet! Jalur Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Mulai Dibangun
-
Ini 4 Lokasi Takjil Paling Lengkap dan Murah untuk Buka Puasa di Ciawi Bogor
-
Langka! Cap Go Meh Bogor 2026, Saat Budaya Tionghoa Berpadu Syahdu dengan Buka Puasa Ramadan
-
Pastikan Jalur Mudik Lebaran 2026 Aman, Pemkab Bogor Keroyok Perbaikan Jalan Parung-Kemang
-
Simbol Kerukunan Bogor, Hangatnya Bukber dan Santunan Dedie A Rachim di Rumah Ibadah Tionghoa