SuaraBogor.id - Hingga saat ini genangan air banjir di Depok masih terjadi, bahkan sejumlah warga masih mengalami genangan nampak di simpang Jalan Taman Duta, dan Jalan Raya Duta Pelni, Sukmajaya, Depok, Jumat (1/11/2021).
Berdasarkan pantauan hingga Jumat siang, genangan air itu ada dari depan gerai Indomaret hingga penginapan Reddoorz dengan ketinggian sekitar 40-60 sentimeter.
Akibat genangan air yang terjadi membuat sejumlah sepeda motor sempat mogok lantaran knalpotnya kemasukan air. Sehingga pengendara harus turun dan mendorong kendaraan mereka melewati area yang diliputi banjir.
Menurut pengakuan warga sekitar, Nurdin mengatakan banjir kerap terjadi setiap hujan turun dengan intensitas tinggi. Sehingga, luapan air dari Kali Baru mengarah ke Duta Pelni dan mengakibatkan area ini selalu tergenang banjir.
Dia mengatakan banjir di wilayah tersebut sudah tejadi bertahun-tahun. "Kemarin Kamis kan hujan deras dari sore sampai malam. Banjirnya sudah dari pukul enam sore lah, sekarang sudah berkurang tinggi airnya," kata Nurdin.
Nurdin mengatakan banjir di area ini sempat membaik sekitar dua tahun lalu pasca dibuatnya parit untuk mengalirkan air dari Kali Baru.
"Tapi pernah dua tahun lalu banjirnya agak mendingan, enggak banjir karena pembuatan codetan (parit) di dekat situ (kali) belakang komplek Taman Duta. Tapi sepertinya sekarang paritnya sudah tertutup eceng gondok, jadi aliran air enggak jalan," tutur dia.
Sementara Terpisah ketinggian air di Pos Pantau Jembatan Panus saat ini sekitar 130 sentimeter. Debit air sudah turun dari semalam yang mencapai 250 sentimeter.
Air berasal dari Bogor. Ketinggian air juga dipengaruhi intensitas hujan yang melanda Depok sejak beberapa hari lalu.
Baca Juga: Hujan Angin di Bogor, Papan Reklame Roboh Timpa Lapak Sate dan Dua Sepeda Motor
“Saat ini tinggi ait 130 CM atau Siaga 4. Kemarin malam 250 CM,” kata Arman, petugas pos pantau Panus, Jumat (1/12).
Ketinggian air bahkan sampai 350 CM pada dua hari lalu. Saat ini air berangsur surut.
“Dua hari lalu 350 CM,” ungkapnya.
Tingginya debit air juga membawa banyak sampah dari hulu. Di pos Panus terlihat tumpukan sampah mulai dari kayu hingga sampah rumah tangga.
“Sampah selalu ada. Ini sisa dari yang terbawa air kemarin,” ujarnya.
Kendati air sudah surut namun warga tetap diminta waspada. Karena intensitas hujan saat ini masih tinggi sehingga bisa menyebabkan naiknya debit air.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
BRI Peduli Dorong Keterampilan dan Kemandirian Disabilitas Dengan Bekali 90 Peserta di Makassar
-
Kemenimipas Robohkan Bangunan Swadaya di Lapas Cibinong, Status Lahan Milik Pemkab Bogor
-
Temuan 'Apartemen' Lapas Cibinong Bikin Meradang, DPR Minta Usut Dugaan CCTV Sengaja Dimatikan
-
Yanuar Arif Wibowo Kecewa soal CCTV Bangunan Mewah Lapas Cibinong: Kurang Ajar
-
'Apartemen' Mewah Lapas Cibinong Ternyata Ilegal, Tak Terdaftar BMN dan Tanpa APBN