SuaraBogor.id - Kapolsek Leuwiliang Kompol Agus Supriyanto menjelaskan kronologi kecelakaan beruntun di Bogor, tepatnya di Kampung Kalong Jalan RT 01/02 Desa Kalong II, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.
Peristiwa kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan Raya Leuwisadeng tersebut disebabkan oleh truk yang bergerak dari arah Cigudeg menuju Leuwiliang, Rabu (10/1/2024).
Kemudian, setibanya di tempat kejadian perkara, truk bergerak ke kanan jalan, kemudian menabrak bagian samping kendaraan Truk engkel.
“Lanjut kendaraan truk tronton oleng ke kiri menabrak warung, lalu bergerak kembali menabrak kendaraan Suzuki angkot dengan nomor polisi F-1926-GT, dan kendaraan sepeda motor Yamaha NMAx dengan nomor polisi F-2270-FBG," katanya kepada wartawan.
Baca Juga: Pria Pamer Alat Kelamin Kembali Bergentayangan, Siswi SMP di Bogor Jadi Korban
"Sedangkan kendaraan Suzuki angkot dengan nomor polisi F-1926-GT terdorong kedepan menabrak angkot Futura dengan nomor polisi F-1903-K," sambung Agus.
Akibat kejadian tersebut Agus memperkirakan kerugian material Rp15 juta. Sebab, banya kendaraan yang terkena dampak dari kecelakaan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, lagi dan lagi, kecelakaan kembali terjadi di Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor Jawa Barat, Rabu (10/1/2024).
Padahal, belum juga seminggu kecelakaan maut di Tanjakan Cibokor, Leuwisadeng, yang menyebabkan dua orang meninggal dunia. Kali ini kembali terjadi kecelakaan beruntun di wilayah tersebut.
Informasi kecelakaan beruntun di Leuwisadeng tersebut dari video yang beredar di kalangan media.
Baca Juga: Rekomendasi Hotel Murah dan Mahal di Bogor Punya Fasilitas Lengkap
Terlihat pada video itu satu unit truk dan angkutan kota atau angkot serta roda dua terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Raya Kalong, Leuwisadeng.
Berita Terkait
-
Wajib Coba! Bakso Seuseupan, Ikon Kuliner Lebaran Bogor Sejak 1984
-
Kronologi Kades Klapanunggal Minta Jatah Rp165 juta ke Perusahaan Berkedok THR
-
Escape to Bogor: 7 Tempat Wisata Sejuk untuk Refreshing Saat Libur Lebaran
-
Viral Perangkat Desa di Bogor Diduga Minta Jatah THR Ratusan Juta ke Perusahaan
-
Angkot Dilarang ke Puncak saat Libur Lebaran 2025: Siap-Siap Cari Alternatif
Tag
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
Link Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Duel Panas Derby Della Madonnina
-
FULL TIME! Yuran Fernandes Pahlawan, PSM Makassar Kalahkan CAHN FC
-
Libur Lebaran, Polresta Solo Siagakan Pengamanan di Solo Safari
Terkini
-
Kemarin Puncak Lumpuh Total! Macet Parah dari Gadog Sampai Cibodas
-
Ajak Warga Berlibur di Bogor, Rudy Susmanto Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan
-
Dilarang Berenang, Dua Wisatawan Bandung Tetap Nekat, Akhirnya Terseret Ombak Pantai Jayanti Cianjur
-
Sejarah Bogor dalam Lensa! Pameran Foto PFI Bogor Meriahkan Open House Bupati
-
Geram ke Kades Klapanuggal, Dedi Mulyadi: Kepala Desa Peminta THR Lebih Parah dari Preman