SuaraBogor.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur menyebut ada dugaan pelanggaran Pemilu 2024 yang dilakukan aparat desa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Kabar tersebut heboh usai dugaan video dukungan pasangan capres dan cawapres viral di media sosial, yang dilakukan aparat desa di Cianjur.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Datin Bawaslu Cianjur Yana Sopyan mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan tim untuk melakukan penelusuran dugaan pelanggaran pemilu dan netralitas aparatur pemerintah.
"Sudah jelas dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum pasal 280 angka 2 huruf j dan angka 3 dijelaskan jika setiap kepala desa atau BPD harus menjaga netralitas dalam pelaksanaan pemilu," katanya.
Baca Juga: Dua Rumah di Campaka Cianjur Tertimbun Longsor, Puluhan Orang Diungsikan
Namun pihaknya mendapat laporan terkait video pernyataan aparatur desa dalam hal ini BPD Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, yang menyatakan mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres yang beredar luas di media sosial, sehingga langsung dilakukan penelusuran.
Karena dalam Undang-undang ungkap Yana, tidak hanya aparatur desa dan kepala desa, termasuk BPD masuk dalam kategori yang harus menjaga netralitas selama Pemilu, sehingga pihaknya menelusuri kapan foto dan video tersebut dibuat.
"Saat ini selain laporan anggota BPD Desa Cimacan, selama tahapan kampanye Bawaslu sudah melakukan penindakan terkait dugaan pelanggaran netralitas yang dilakukan Sekretaris Camat di Kecamatan Cidaun, ditetapkan bersalah melanggar netralitas ASN menggunakan atribut bertuliskan nama caleg," katanya.
Informasi dihimpun anggota BPD Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, diduga melakukan pelanggaran netralitas serta mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres dengan nomor urut tiga Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, terlihat dalam foto dan video yang disebarkan di media sosial.
Anggota BPD Cimacan berdiri bersama tiga orang lainnya dengan membentangkan spanduk capres dan cawapres nomor urut 3, dengan menunjukkan tiga jari serta mengenakan kaos berwarna hitam bertuliskan 'Kibar' Indonesia.
Camat Cipanas Firman Edi, mengatakan pihaknya sudah menerima foto tersebut dan membenarkan satu dari empat pria yang ada di foto merupakan anggota BPD Cimacan, sehingga pihaknya memanggil Kepala Desa Cimacan guna dimintai keterangan terkait foto dan video tersebut.
Baca Juga: Dipecat Bawaslu Depok dari Anggota Panwascam Pancoran Mas, Amri Joyonegoro Bakal Lakukan Langkah Ini
"Salah satu yang ada di dalam foto memang anggota BPD Cimacan dan fotonya diambil beberapa hari yang lalu, kami sudah memanggil kepala desa yang menyatakan tidak tahu, sedangkan anggota BPD yang ada di foto baru akan dimintai keterangan," katanya. [Antara]
Berita Terkait
-
Rekam Jejak Riza Nasrul Falah, Ketua Bawaslu Bandung Barat Ngaku Khilaf Diciduk Pesta Sabu: Awalnya Mau Beli Galon!
-
Permintaan Wamendagri Ribka Haluk: Pemda Sinkronisasikan Anggaran PSU dengan KPU, Bawaslu, dan Aparat Keamanan Daerah
-
KPU Barito Utara Disebut Main Mata karena Acuhkan Perintah Bawaslu
-
Sidang DKPP, Pimpinan KPU Barito Utara Disebut Langgar Etik karena Acuhkan Rekomendasi Bawaslu
-
Diduga Langgar Kode Etik di Pilkada, KPU-Bawaslu Maybrat Dilaporkan ke DKPP
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
Link Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Duel Panas Derby Della Madonnina
-
FULL TIME! Yuran Fernandes Pahlawan, PSM Makassar Kalahkan CAHN FC
-
Libur Lebaran, Polresta Solo Siagakan Pengamanan di Solo Safari
Terkini
-
Kemarin Puncak Lumpuh Total! Macet Parah dari Gadog Sampai Cibodas
-
Ajak Warga Berlibur di Bogor, Rudy Susmanto Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan
-
Dilarang Berenang, Dua Wisatawan Bandung Tetap Nekat, Akhirnya Terseret Ombak Pantai Jayanti Cianjur
-
Sejarah Bogor dalam Lensa! Pameran Foto PFI Bogor Meriahkan Open House Bupati
-
Geram ke Kades Klapanuggal, Dedi Mulyadi: Kepala Desa Peminta THR Lebih Parah dari Preman