Selama tiga periode menjabat sebagai anggota DPRD Kota Bogor, pria yang akrab disapa Kang JM ini juga masih menemukan adanya aspirasi dari warga yang tidak kunjung terealisasi dan akhirnya diajukan kembali setiap tahunnya. Hal ini, dianggap oleh Kang JM sebagai bentuk gagalnya Pemerintah Kota Bogor dalam menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Setiap reses, pasti ada saja informasi dari warga bahwa ada usulan yang sudah bertahun-tahun diajukan namun tidak juga direalisasikan oleh Pemkot Bogor. Ini menunjukkan kegagalan Pemkot dalam menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tegas Kang JM.
Dalam kegiatan reses yang digelar olehnya, Kang JM selalu menyisipkan pendidikan politik dan penyampaian kinerja DPRD Kota Bogor. Hal tersebut ia harapkan dapat merubah mindset warga Kecamatan Bogor Timur dan Bogor Tengah, agar lebih peka terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Pemkot Bogor dan tupoksi DPRD Kota Bogor.
“Selain menampung aspirasi warga, saya juga memberikan pendidikan politik dan penyampaian kinerja DPRD Kota Bogor, agar masyarakat paham apa saja tugas dewan dan apa saja kewajiban Pemkot Bogor, sehingga masyarakat lebih melek politik juga," ungkapnya.
Baca Juga: DPRD Kota Bogor Siapkan Tiga Nama Calon Pengganti Bima Arya
Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata yang memiliki Dapil di Kecamatan Bogor Selatan, menyampaikan Berdasarkan hasil reses, dari sektor pendidikan, warga Rancamaya dan sekitarnya mengakui sangat membutuhkan bangunan SMP dan SMA Negeri yang baru. Minimnya fasilitas pendidikan di pinggiran Kota Bogor tersebut menyulitkan bagi para siswa untuk mendapatkan jatah sekolah negeri melalui sistem zonasi.
"Kebutuhan atas unit sekolah baru, sudah menjadi kebutuhan yang urgensi bagi warga Rancamaya. Hal ini juga sudah saya sampaikan ke Wali Kota dan mudah-mudahan bisa direalisasikan karena Bappeda sudah mempunyai kajian tersebut," ujar Dadang.
Dadang juga mengungkapkan, persoalan air bersih di wilayah Bogor Selatan masih menjadi permasalah yang belum terselesaikan. Beberapa kali ia mengadvokasi warga ke pihak Perumda Tirta Pakuan karena diketahui adanya kebocoran pipa yang menyebabkan terputusnya pasokan air ke warga.
“Saya berkali-kali menyampaikan pelayanan Perumda Tirta Pakuan kepada warga di sekitaran BNR harus ditingkatkan lagi, karena selalu mematikan air tanpa ada pemberitahuan yang disebabkan adanya kebocoran di beberapa titik,” kata Dadang.
Sebagai wilayah yang termasuk ke dalam rawan bencana, Dadang I. Danubrata menyampaikan pengajuan perbaikan TPT, drainase dan perbaikan rumah harus dikedepankan. Hal tersebut bertujuan guna meminimalisir terjadinya korban jika terjadi bencana.
Baca Juga: Hadiri Peresmian Pasar Tanah Baru, DPRD Kota Bogor Taruh Banyak Harapan Kepada Perumda PPJ
Secara tegas, Dadang I. Danubrata menyampaikan DPRD Kota Bogor akan mengawal terus program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di wilayah dengan menaikkan anggaran pembangunan di wilayah dan menyiapkan anggaran BTT didalam APBD.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
Link Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Duel Panas Derby Della Madonnina
-
FULL TIME! Yuran Fernandes Pahlawan, PSM Makassar Kalahkan CAHN FC
-
Libur Lebaran, Polresta Solo Siagakan Pengamanan di Solo Safari
Terkini
-
Kemarin Puncak Lumpuh Total! Macet Parah dari Gadog Sampai Cibodas
-
Ajak Warga Berlibur di Bogor, Rudy Susmanto Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan
-
Dilarang Berenang, Dua Wisatawan Bandung Tetap Nekat, Akhirnya Terseret Ombak Pantai Jayanti Cianjur
-
Sejarah Bogor dalam Lensa! Pameran Foto PFI Bogor Meriahkan Open House Bupati
-
Geram ke Kades Klapanuggal, Dedi Mulyadi: Kepala Desa Peminta THR Lebih Parah dari Preman