SuaraBogor.id - Pihak keluarga remaja berkebutuhan khsusu berinisial AP (19), warga Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor mengaku akan merawat janin AP hingga melahirkan.
Pasalnya, AP menjadi korban pencabulan hingga saat ini hamil lima bulan oleh seseorang yang belum diketahui pelakunya.
Pihak keluarga AP, Didi Rustandi mengaku sudah melakukan konsultasi ke dinas terkait untuk menindaklanjuti kasus ini.
Menurut Didi, pihak keluarga ingin merawat calon anak yang masih dalam kandungan AP tersebut.
"Kalau keluarga sih maunya anak ini lahir selamat dan keluarga akan menentukan langkah selanjutnya," papar dia.
"Tapi terutama kalo itupun lahir insallah akan kami urus bareng-bareng," lanjut dia.
Didi mengaku, pihak keluarga juga sudah melakukan laporan kasus dugaan pencabulan ke pihak kepolisian Polres Bogor.
"Jadi kita sudah lapor ke polres ke Unit PPA dan alhammudlliah sudah diterima dengan baik oleh Bu Kanit dan temen-temen PPA," papar dia.
Dari laporan tersebut, kata dia, pihak kepolisian mengaku akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas dan pelaku akan segera ditangkap.
Baca Juga: Aksi Mogok Sopir Truk Sampah Lumpuhkan Pengangkutan di Kota Bogor
"Pernyataan polres tadi akan mengusut tuntas kasus ini, sampai ketemu sesuai prosedur. Karena ini akan kebutuhan khusus jadi penanganannya beda. Mangkannya tadi melibatkan dinas sosial dan perempuan perlindungan anak," jelas dia.
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
Terkini
-
Hari Ketujuh Pencarian ASN Bogor yang Jatuh: Penyelam Diterjunkan, Keberadaan Bayu Masih Misteri
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman
-
Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah
-
Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan
-
Gempa M 7,7 Guncang Flores, Dedie A. Rachim Inventarisir Sekolah dan Tempat Ibadah Terdampak