Andi Ahmad S
Kamis, 06 Juni 2024 | 19:41 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual. [Pexels]

SuaraBogor.id - Kasus pelecehan seksual yang terjadi di Kota Bogor, Jawa Barat menyebabkan 11 orang anak perempuan menjadi korban kebejatan pria bernama Royan (55 tahun) atau Abah Oyan.

Saat ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor akan mengawal kasus yang dilakukan predator seksual Abah Oyan di Situpete, Kelurahan Sukadamai.

Ketua KPAID Kota Bogor Dede Siti Amanah memastikan proses hukum tetap berjalan. Saat ini, pelaku sudah ditahan oleh Polresta Bogor Kota.

“Pihak korban tetap pada komitmen awal mereka akan memproses secara hukum sampai tuntas. Ada (pendampingan) semuanya sampai akhir. Soal cabut laporan, tetap terus proses hukumnya ya,” kata Dede.

Ia menjelaskan, KPAID terus berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bogor dan Polresta Bogor Kota untuk mengawal kasus ini.

“Kita juga turun ke wilayah memastikan kondusifitas dan kita memastikan bahwa tidak ada tekanan untuk para korban,” ujarnya.

Dede menjelaskan, sejak awal KPAID melakukan pendampingan terhadap para korban. Dari 11 korban, empat di antaranya melapor ke KPAID didampingi oleh orang tuanya.

“Keluarga korban datang langsung ke kami. Kan tidak semua korban melapor, jadi yang melapor resmi ke kami itu empat orang. Pada saat itu orangtua datang bersama korban,” jelasnya.

Selain itu, Dede menyebut, saat ini para korban mendapat pendampingan secara psikologis yang secara teknis dilakukan oleh UPTD PPA Kota Bogor.

Baca Juga: Sindikat Judi Online di Bogor Digrebek, 23 Pelaku Diciduk, Omzet Capai Puluhan Miliar

“Terkait dengan psikologi, itu kami serahkan ke UPTD PPA. Karena konselor dan psikolog, ranahnya ada di UPTD PPA. Saat ini masih berlangsung,” ucapnya.

Polresta Bogor Kota, Polda Jawa Barat, menangkap seorang pemilik warung, yang melakukan pencabulan terhadap 11 orang anak perempuan di Kampung Situpete, Kelurahan Sukadamai, Kota Bogor.

Pelaku bernama Royan atau Abah Oyan menjalankan aksi bejadnya sejak awal Mei 2024, dengan mengiming-imingi para korban dengan memberikan bonus waktu penyewaan sepeda listrik di warung miliknya. [Antara].

Load More