SuaraBogor.id - Dewan Pengawas atau Dewas RSUD Sayang, Wijaya, tetap bersikukuh menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meskipun diduga terdapat aturan yang melarangnya berpartai.
Hal tersebut diungkapkan Wijaya melalui pesan singkat pada Senin (3/6/2024) kepada wartawan.
"Semenjak menjadi Dewan Pengawas (Dewas), sudah bukan pengurus partai politik, hanya kader biasa," tulis dikutip dari cianjurupdate (Jaringan SuaraBogor.id).
Ia menegaskan dirinya tidak akan mengubah pendiriannya meski telah dilarang oleh peraturan.
Wijaya menyebut jawabannya akan tetap sama jika diwawancarai secara langsung soal posisi dirinya di partai berlambang moncong putih itu.
"Wawancara pun itu jawabanya kang, tidak akan ditambah," ungkapnya.
Lebih lanjut, Wijaya menyarankan wartawan untuk menanyakan langsung kepada Ketua DPC PDIP, Susilawati, mengenai statusnya sebagai kader partai.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Cianjur, Susilawati, belum memberikan tanggapan saat hendak dikonfirmasi oleh wartawan mengenai hal tersebut.
Dikutip dari laman resmi Bawaslu, terdapat 11 profesi yang dilarang terlibat dalam partai politik, termasuk di antaranya Dewan Pengawas, Komisaris, dan Direksi BUMD.
Baca Juga: MK Perintahkan PSU dan Penghitungan Ulang Suara di Cianjur, Ada Pelanggaran Pemilu
Berita Terkait
-
MK Perintahkan PSU dan Penghitungan Ulang Suara di Cianjur, Ada Pelanggaran Pemilu
-
201 Ribu Kendaraan di Cianjur Menunggak Pajak, Didominasi Roda Dua
-
Dari Marah-Marah Minta Sedekah, Kini Ibu Pengemis Jalani Rehabilitasi Jiwa di Cianjur
-
Bocah 5 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Terseret Arus Sungai di Cianjur
-
Makam Bocah di Cianjur Diduga Korban Malpraktek Dibongkar Polisi Untuk Penyidikan
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
BRI Debit FC Barcelona Perkuat Positioning BRI di Tengah Antusiasme Fans
-
3 Rekomendasi Makanan Pembuka Buka Puasa Agar Tubuh Tak Syok
-
Dari Era 800-an, Ratusan Golok Dipamerkan di Bogor Menuju Warisan Dunia UNESCO
-
Mantan Kades di Caringin Ditusuk Tetangga, Pelaku Diduga Rencanakan Pembunuhan
-
Bikin Kesal! SPBU di Parungpanjang Jual Pertalite Campur Air, Belasan Kendaraan Mogok Massal