SuaraBogor.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat menyebutkan praktik judi online di Jabar kini sudah masuk taraf memprihatinkan, sehingga mereka meminta agar praktik ini bisa segera ditindak tegas oleh aparat yang berwenang.
"Sedih prihatin lihat fenomena judi online ini, bahkan lebih menyedihkan lagi, katanya Jawa Barat tertinggi," ucap Sekretaris MUI Jabar KH Rafani Akhyar di Mapolda Jabar, Kamis (13/6).
Rafani menceritakan MUI Jawa Barat telah mendapat laporan dari MUI Kabupaten Cianjur tentang kasus seorang ibu di Cianjur yang terjerat kasus judi online.
Akibat terjerat judi online, ujar Rafani, ibu yang bersuamikan PNS tersebut, kini nekat menjual rumahnya seharga Rp1 miliar.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin menegaskan agar jangan sampai ada aparatur sipil negara (ASN) di Jabar, bermain judi online atau daring, apalagi sampai kecanduan.
Sebab, kata Bey, telah ada regulasi yang jelas bagi aparatur negara terkait pelarangan judi, karenanya dia meminta tidak ada ASN Jabar yang bermain atau sampai kecanduan judi dalam bentuk apapun, termasuk online.
"Ada aturan (ASN) untuk tidak judi. (termasuk) online," kata Bey/
Bey juga mengingatkan bahwa maraknya kasus yang terjadi, akibat dampak dari judi online, seharusnya dapat menjadi pelajaran semua pihak termasuk ASN agar tidak melakukan hal serupa, terlebih judi juga perbuatan yang dilarang oleh agama.
"Jangan main judi dalam bentuk apapun. Kan agama juga melarang," kata Bey. [Antara].
Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Pembacokan yang Tewaskan Warga Warungkondang Cianjur
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bikin Resah dan Bahayakan Pengendara, Truk Sampah 'Roboh' di Bogor Akhirnya Ditarik dari Jalan
-
Hari Ketujuh Pencarian ASN Bogor yang Jatuh: Penyelam Diterjunkan, Keberadaan Bayu Masih Misteri
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman
-
Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah
-
Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan