Ia bahkan mengancam melakukan aksi demonstrasi yang mengundang ribuan kiyai hingga santri untuk memprotes ucapan Bachril Bakri.
"Pernyataan Pj Bupati sangat mencederai dan melukai kalangan pondok pesantren santri maka dengan ini akan menyatakan sikap dengan melakukan penggalangan untuk melakukan Aksi Bela Pondok Pesantren dengan menurunkan ribuan para santri dan ustadz yang ada dibumi tegar beriman," tegasnya.
Sementara, Pengamat kebijakan publik, Yusfitriadi meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk segera menanti Bachril Bakri sebagai Pj Bupati Bogor di tempat presiden Prabowo Subianto tinggal.
Ia mengaku kaget atas ucapan Bachril Bakri yang menyebut pondok pesantren sebagai salah satu penyumbang turunnya rata-rata lama sekolah (RLS).
"Kaget dan prihatin dengan pernyataan Pj. Bupati Bogor yang menyatakan banyaknya pesantren yang menyebabkan tingginya angka putus sekolah. Kaget karena kontruksi berfikir seorang Pj Bupati kok sekerdil itu, ga faham juga apa yang ada di pikiran Pj. Bupati tersebut," kata dia,
Padahal, kata dia, pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua dalam pendidikan karakter dan mentalitas generasi bangsa. Sehingga, tidak masuk akal jika dianggap sebuah faktor tingginya anak putus sekolah.
"Padahal seharusnya Pj Bupati paham hampir semua pesantren yang ada saat ini memiliki basis pendidikan formal, terus dimana hubunganya dengan penyebab tingginya anak putus sekolah. Amat sangat aneh dan tidak layak menjadi Pj. Bupati," kata dia.
Ia menyarankan, Kemendagri untuk segera memberhentikan Bachril Bakri sebagai Pj Bupati Bogor untuk meredam amarah masyarakat, khususnya para kiyai dan santri.
"Sebelum masyarakat marah yang diakibatkan oleh ketidakwarasan dalam berdikir tersebut. Karena saya baru mendapatkan model pejabat seperti ini, dimana-mana justru mengembangkan pesantren dengan dilengkapi basis pendidikan formal, agar ada keseimbangan antara nilai-nilai keagamaan, karakter, mentalitas dan tahapan pendidikan berjenang serta berkelanjutan," kata dia.
Baca Juga: Pengamen Pelaku Kekerasan di Angkot 02 Bogor Ditangkap di Rumahnya
Kecaman demi kecaman untuk Bachril Bakri terus memuncak, hingga akhirnya dia mengundang para kiyai untuk meminta maaf secara langsung ke pada mereka.
"Kami mohon maaf apabila ada terjadi kekeliruan atau kesalahpahaman pada para ulama terutama atas hal-hal yang disampaikan kemarin saya rasa demikian terima kasih," kata dia Selasa 4 Februari 2025.
Hingga akhir masa jabatan, Bachril Bakri mengaku hanya melanjutkan kerja-kerja Asmawa Tusepu soal penertiban PKL di kawasan Puncak salah satunya. Ia mengaku, sebagai Pj Bupati Bogor hanya melakukan pekerjaan yang sesuai dengan regulasi yang berlaku.
"Itu kan kita bekerja sesuai regulasi, aturan, dan saya juga melanjutkan sebenarnya walaupun mungkin tidak seperti apa yang dilakukan (asmawa) karena kita sudah punya aturan bagaimana penertiban PKL, atau penertiban PKL yang menyalahi tata ruang kita sudah punya mekanisme ada teguran, ada peringatan, setelah itu baru ada eksekusi," kata dia, Rabu 19 Februari 2025.
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
BRI Bagikan Total Dividen Rp52,1 Triliun, Termasuk Interim Rp137 per Saham
-
Sentil UI dan IPB, Peneliti TII Tegaskan Candaan Seksis di Grup Chat Bisa Dipidana
-
Ketua DPRD Kota Bogor Ikuti KPPD di Akmil Magelang, Siap Wujudkan Swasembada & Kemandirian Daerah
-
Siapkan Pusat Ekonomi Baru, Bupati Rudy Susmanto Dorong Jalur KRL hingga Jasinga