"Bayi, masih bayi (ditampung), membesarkan mereka bukannya gampang ada suster yang jagain sampai mereka besar dan cakep-cakep. Kan cakep-cakep kan," tutup dia.
Taman Safari adalah sebuah kebun binatang sekaligus taman konservasi alam yang memungkinkan pengunjung untuk melihat hewan-hewan dari berbagai belahan dunia secara lebih dekat, seringkali dari dalam kendaraan. Berbeda dari kebun binatang biasa, hewan-hewan di Taman Safari biasanya dibiarkan berkeliaran di area yang lebih luas dan menyerupai habitat aslinya.
Taman Safari pertama di Indonesia adalah Taman Safari Indonesia yang terletak di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Kini, ada beberapa cabangnya di Indonesia, seperti:
- Taman Safari Bogor (Taman Safari I)
- Taman Safari Prigen, Pasuruan – Jawa Timur (Taman Safari II)
- Bali Safari and Marine Park – Gianyar, Bali
- Batang Dolphins Center – Batang, Jawa Tengah
- Jakarta Aquarium & Safari – Jakarta
Fitur dan Aktivitas:
- Safari journey (naik kendaraan keliling melihat hewan)
- Pertunjukan hewan (seperti lumba-lumba, harimau, dan burung)
- Wahana permainan
- Edukasi satwa
- Area baby zoo dan feeding animal
- Penginapan (hotel, caravan, glamping)
Taman Safari juga dikenal sebagai lembaga konservasi yang aktif dalam pelestarian satwa langka, termasuk spesies seperti harimau sumatra, orangutan, dan komodo.
Eksploitasi adalah pemanfaatan yang berlebihan atau sewenang-wenang terhadap sesuatu untuk keuntungan sendiri, tanpa mempertimbangkan keadilan dan kesejahteraan.
Eksploitasi dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti:
Baca Juga: Hadiri Launching BISKITA Trans Pakuan, Ketua DPRD Kota Bogor Dukung Pengoperasian Kembali
- Eksploitasi sumber daya alam, misalnya minyak, gas, batu bara, air, tanah, hutan, dan mineral
- Eksploitasi tenaga kerja, misalnya dengan memaksa orang bekerja tanpa istirahat, memotong upah, atau membatasi pergerakan
- Eksploitasi manusia, misalnya dengan memaksa orang melakukan sesuatu yang tidak mereka inginkan, atau terlibat dalam kegiatan kriminal
- Eksploitasi dapat berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat.
Contoh eksploitasi
- Eksploitasi hutan, yaitu penggunaan sumber daya hutan secara berlebihan dan tidak berkelanjutan
- Eksploitasi bahan galian tambang, yaitu pengambilan, ekstraksi, dan pengangkutan bahan galian tambang dari dalam bumi
- Eksploitasi tenaga kerja, misalnya dengan memaksa orang bekerja tanpa istirahat, memotong upah, atau membatasi pergerakan
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Berita Terkait
-
Hadiri Launching BISKITA Trans Pakuan, Ketua DPRD Kota Bogor Dukung Pengoperasian Kembali
-
Terima Aksi Demonstrasi Mahasiswa, DPRD Kota Bogor Perjuangkan Aspirasi
-
Hasil Rapat Paripurna: DPRD Kota Bogor Tetapkan Tatib Baru dan Bentuk Empat Pansus
-
Dedi Mulyadi Turun Tangan, Desain Museum Pajajaran Bogor Bakal Dirombak
-
Dedi Mulyadi Larang Pungutan Sumbangan di Jalan, Berlaku 14 April 2025!
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Waspada Cuaca Ekstrem! Pergerakan Tanah Putus Akses Jalan Antardesa di Sukaresmi Cianjur
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
BRI Bagikan Total Dividen Rp52,1 Triliun, Termasuk Interim Rp137 per Saham
-
Sentil UI dan IPB, Peneliti TII Tegaskan Candaan Seksis di Grup Chat Bisa Dipidana
-
Ketua DPRD Kota Bogor Ikuti KPPD di Akmil Magelang, Siap Wujudkan Swasembada & Kemandirian Daerah