SuaraBogor.id - Penyebab sungai di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat berubah warna menjadi oranye hebohkan warga di wilayah Bogor Timur akhirnya terungkap.
Saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Jawa Barat menindak PT Harapan Mulya, industri pembuatan gerobak dan tong sampah menyebabkan sungai berubah warna hingga menjadi oranye itu.
Kabid Penegakan Hukum dan Pengelolaan Limbah B3 DLH Kabupaten Bogor Gantara Lenggana memimpin penindakan dengan memasangi garis Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) pada bagian saluran limbah pabrik yang berlokasi di Kampung Bojong Engsel, Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup.
Ia menjelaskan penindakan tersebut merupakan instruksi dari Bupati Bogor Rudy Susmanto, setelah sebelumnya Pemerintah Kabupaten Bogor menerima aduan dari masyarakat melalui media sosial soal sungai berubah warna menjadi oranye.
"Hari ini kami melakukan pengecekan ke PT Harapan Mulya dan CV Karya Erat. Kami menemukan bahwa PT Harapan Mulya melakukan pembuangan limbah B3 secara tidak semestinya," kata dia.
PT Harapan Mulya diketahui melakukan pengecatan gerobak dan tong sampah menggunakan bubuk cat sintetik. Kemudian, melakukan pembuangan limbah tidak sesuai dengan aturan.
"Kami melakukan penutupan sementara saluran limbah PT Harapan Mulya dan mengambil sampling untuk dilakukan pengujian laboratorium," kata Gantara.
Ia mengatakan jika hasil laboratorium menunjukkan bahwa PT Harapan Mulya melakukan pelanggaran, akan diberikan sanksi paksaan pemerintah, denda, bahkan sanksi pidana lingkungan.
"Kami akan memanggil pihak PT Harapan Mulya ke kantor untuk melakukan BAP. Jika mereka tidak mematuhi sanksi yang diberikan, kami akan melakukan tindakan yang lebih keras," ujar Gantara.
Baca Juga: Pilot Project Program Pemberdayaan Sosial Hingga Rehabilitasi Kecanduan Judol
Kunjungan jajaran DLH Kabupaten Bogor ke Desa Tarikolot diawali dengan menyusuri aliran sungai yang sebelumnya dilaporkan berubah warna menjadi oranye.
DLH bersama jajaran Pemerintah Desa Tarikolot dan Unit Reskrim Polsek Citeureup menyusuri aliran sungai yang bermuara ke Sungai Cileungsi. Hasil dari penyusuran, warna air pada sungai tersebut sudah kembali normal. [Antara].
Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan dengan fenomena air sungai yang berubah warna menjadi oranye pekat di wilayah Citeureup, Kabupaten Bogor.
Peristiwa ini terjadi di Kampung Bojong Engsel, Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, dan viral setelah dibagikan ke berbagai platform media sosial, termasuk akun Instagram @kabupatenbogor.id pada Senin, 19 Mei 2025.
Dalam video yang diterima metropolitan.id, terlihat aliran sungai yang biasanya jernih berubah menjadi warna oranye mencolok, menyerupai sirup.
Perekam video menduga perubahan warna air tersebut berasal dari limbah perusahaan, dan meminta perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
"Pak Dedi tuh, Pak Dedi, ada pembuangan limbah. Air kali tiba-tiba jadi oranye. Lokasi di Kampung Bojong Engsel, Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Tolong ditindak, Pak Dedi," ujar perekam dalam video, dilansir Suarabogor.id.
Unggahan tersebut langsung menarik perhatian warganet. Banyak yang merasa prihatin, bahkan melontarkan komentar bernada satir.
“Sirup bocor tangkinya,” tulis salah satu pengguna.
“Wajib ditindak tegas,” komentar warganet lainnya.
Sejumlah pengguna media sosial juga menandai akun resmi Gubernur Jawa Barat agar segera turun tangan.
Menanggapi kejadian ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor menyatakan telah mengirimkan tim untuk menyelidiki kasus tersebut.
“Tim kami sudah turun ke lapangan sejak pagi. Akan diupdate untuk hasil lapangan dari tim. Terima kasih,” tulis akun resmi @dlh.kabupatenbogor dalam kolom komentar.
Hingga saat ini, penyebab pasti perubahan warna air sungai masih dalam penyelidikan.
Berita Terkait
-
Pilot Project Program Pemberdayaan Sosial Hingga Rehabilitasi Kecanduan Judol
-
Selamat Jalan Mahfud! Senyum dan Tarian Pengatur Jalan Bogor Kini Tinggal Kenangan
-
Simpang Pakansari Bakal Bebas Macet?
-
Sungai Oranye di Citeureup Bikin Warganet Geger, Dedi Mulyadi Diminta Turun Tangan
-
Firdaus Pendaki Hilang di Gunung Binaiya Ditemukan Meninggal Setelah 21 Hari
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
BRI Rayakan Imlek Prosperity 2026 dengan Nuansa Eksklusif Tahun Kuda Api
-
Ucapkan Selamat Tinggal Macet! Jalur Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Mulai Dibangun
-
Ini 4 Lokasi Takjil Paling Lengkap dan Murah untuk Buka Puasa di Ciawi Bogor
-
Langka! Cap Go Meh Bogor 2026, Saat Budaya Tionghoa Berpadu Syahdu dengan Buka Puasa Ramadan
-
Pastikan Jalur Mudik Lebaran 2026 Aman, Pemkab Bogor Keroyok Perbaikan Jalan Parung-Kemang