SuaraBogor.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih Juara Pertama dalam ajang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Awards 2025 untuk kategori kabupaten berkinerja terbaik.
Penghargaan ini diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto di Ruang Serbaguna, Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, pada Jumat (23/5).
Prestasi ini menjadi keberhasilan dua tahun berturut-turut bagi Pemkab Bogor setelah sebelumnya juga meraih peringkat tertinggi pada SPM Awards 2024.
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain perwakilan Duta Besar Australia, Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, serta Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri. Dari pihak Pemkab Bogor, Bupati Rudy didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika.
Apa Itu SPM?
Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang menjadi urusan pemerintahan wajib dan berhak diterima oleh setiap warga negara.
SPM digunakan sebagai tolok ukur kuantitatif dan kualitatif dalam penyelenggaraan pelayanan publik, mulai dari masukan, proses, hasil, hingga manfaat layanan.
Tujuan utama dari penerapan SPM adalah untuk menjamin layanan publik yang adil dan berkualitas, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah bertanggung jawab atas implementasi SPM, dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan monitoring.
Komitmen Pemkab Bogor
Baca Juga: Tumpukan Sampah Menggunung, Pemkab Bogor 'Nebeng' ke Lahan Pemkot di TPAS Galuga
Dalam sambutannya, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkab Bogor yang terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui penerapan SPM.
“Kami berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” tegas Rudy.
Ia juga menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi penyemangat bagi Pemkab Bogor untuk terus membangun bangsa dari daerah.
“Kita harus sadar bahwa kita adalah pelayan masyarakat. Karena itu, ke depan pelayanan publik harus terus ditingkatkan secara profesional, merata, dan responsif,” ujar Rudy.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa SPM bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bukti nyata kehadiran negara di tengah rakyat. Ia menyebut SPM sebagai kontrak sosial antara pemerintah dengan masyarakat.
“Kalau SPM tidak dilaksanakan, maka kepercayaan rakyat terhadap pemerintah bisa dianggap hilang. Ini tugas negara untuk hadir melalui layanan dasar,” kata Tito.
Berita Terkait
-
Tumpukan Sampah Menggunung, Pemkab Bogor 'Nebeng' ke Lahan Pemkot di TPAS Galuga
-
Pemekaran Bogor Barat: Bupati Rudy Pastikan Ibu Kota di Cigudeg, Anggaran Disiapkan 2026
-
Simulasi: Kecelakaan Beruntun di Bogor, Basarnas Latih Penyelamat Hadapi Puluhan Korban Terjepit
-
Heboh Plat Putih Mobil Dinas Bogor, Kepala Bappenda: Untuk Pengawasan Wajib Pajak Rahasia
-
Sinergi Pendidikan dan Pembangunan Daerah Dimulai
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
Terkini
-
Hujan Batu di Cigudeg: Protes Penutupan Tambang Oleh Dedi Mulyadi Berujung Kericuhan
-
Cigudeg Mencekam! 'Blunder' Ucapan Camat Picu Hujan Batu, Jalan Nasional Bogor Lumpuh Total
-
Puncak Bhakti Lintas Agama di Bogor: Bukti Nyata Toleransi Bukan Sekadar Wacana
-
Ribuan Warga Blokade Jalan Nasional Bogor-Banten dengan Truk, Protes Keras Kebijakan Dedi Mulyadi
-
Euforia Berujung Petaka: Suporter Jadi Korban Pengeroyokan di Bogor Usai Nobar Persib vs Persija