SuaraBogor.id - Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara belum sama sekali berbuat untuk menengahi persoalan konflik antara PT Sinde Budi Sentosa dengan warga Kampung Cisempur dan Cisalopa, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pasalnya, keberadaan PT Sinde Budi Sentosa itu berdampak pada warga sekitar karena ketidakpastian status hibah Tanah Pemakaman umum (TPU), sarana infrastruktur jalan serta saluran air untuk kebutuhan warga.
Ketua RT 04 RW 05, Cepi mengaku bahwa banyak keluhan yang muncul dari warga terkait dampak aktivitas proyek pembangunan PT Sinde tersebut. Namun,perwakilan perusahaan seperti acuh terhadap keluhan-keluhan warga itu.
“Sudah sering saya menerima aduan dari warga dan hal itu sudah seringkali kami sampaikan ke pihak perusahaan. Tapi alasannya selalu klasik, katanya saat ini masih dalam proses atau tahap pembangunan,” kata dia.
Ia khawatir, jika konflik yang sudah menahun itu tidak segera diselesaikan, konflik warga dengan perusahaan makin menjadi-jadi. Terlebih, kata dia, lahan yang dipergunakan tidak kurang dari 20 hektar luasnya.
“20 hektar itu hanya di wilayah RW 02 saja. Tapi kalau dihitung keseluruhan atau luas tanah yang dibebaskan perusahaan sekitar 250 hektar atau separuh dari luas wilayah desa ini,” jelas dia.
Ia mengaku akan melaporkan konflik tersebut ke pemerintah dan DPRD Kabupaten Bogor karena tidak ada jalan tengah pada permasalahan warga dengan perusahaan tersebut.
“Ya jika tidak digubris, warga akan mengadu ke pemkab dan DPRD agar bisa mengakomodir semua keluhan mereka. Karena perjanjian itu sudah sejak beberapa tahun lalu, tapi faktanya sampai sekarang nol besar,” jelas dia.
Diketahui, kesepakatan antara warga dengan PT Sinde sudah menemukan titik terang. Namun, PT Sinde hingga kini tidak merealisakan hasil kesepakatan-kesepakatan tersebut.
Baca Juga: 7 Ikhtiar Menemukan Jodoh Menurut Buya Yahya
“Ada delapan poin yang sudah disepakati dalam perjanjian, namun sampai detik ini belum ada satu pun yang dipenuhi. Dan perlu diketahui sampai saat ini pihak Sinde belum menunjukan itikad baiknya kepada kami,” ungkap Yayat, warga sekitar.
Lanjut dia, selain beberapa poin tersebut, warga pun mengeluhkan sejumlah dampak lainnya seperti getaran, debu dan kebisingan yang berasal dari aktivitas pembangunan proyek. Dan kata dia, warga RT 03 dan 04 merupakan warga paling terdampak akibat aktivitas proyek.
“Salah satu dampak paling dirasakan yaitu kekeringan yang disebabkan karena saluran air yang tidak mengalir akibat dampak proyek. Padahal aliran air dari parit itu sangat dibutuhkan warga, terutama para santri di pesantren yang ada di wilayah sekitar” jelas dia.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara seperti baru mengetahui konflik yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun itu.
Sastra mengaku kaget ada persoalan antara pengusaha dan warga di Cinagara, Kecamatan Caringin tersebut. Ia mengaku akan melihat dulu akar permasalahan konflik itu.
"Ya Allah, coba kami cek ya," singkat Sastra kepada Suarabogor.id.
Berita Terkait
-
7 Ikhtiar Menemukan Jodoh Menurut Buya Yahya
-
DPRD Kota Bogor Terima Draft RPJMD, Mulai Bahas 4 Raperda: Kawal Arah Kebijakan Kota Bogor
-
Bukan Sekadar Wacana, TP-PKK Kabupaten Bogor Fokus Gerakan Nyata Entaskan Stunting dan Sanitasi
-
Diterjang Hujan Deras, Tembok 30 Meter MAN 1 Bogor Ambruk, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
-
Atasi Banjir Cileungsi, Ketua DPRD Bogor Minta Bongkar Bangunan Liar Penyebab Penyempitan Sungai
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Perluas Akses Magang Nasional Hingga 17 Regional Office
-
AKBP Arfan Zulkan Sipayung Gantikan AKBP Wikha Ardilestanto sebagai Kapolres Bogor
-
Sekolah di Rumpin Dibobol Maling, Sejumlah Laptop dan Peralatan Elektronik Raib
-
Optimisme Bisnis Berlanjut, BRI Gelontorkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II
-
333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka