SuaraBogor.id - Sebuah konten video yang viral dan meresahkan warga Bogor karena menuding Stadion Pakansari, Cibinong, sebagai lokasi perbuatan asusila, akhirnya menemui babak akhir.
Pihak kepolisian bergerak cepat memanggil semua pihak yang terlibat, mulai dari pemilik akun penyebar konten hoaks hingga sejoli yang menjadi pemeran dalam video tersebut.
Fakta pun terungkap video tersebut adalah hoaks. Peristiwa dalam video itu sama sekali tidak terjadi di Stadion Pakansari, melainkan di lokasi lain di luar wilayah Bogor.
Kericuhan di media sosial ini bermula ketika sebuah akun Instagram mengunggah video yang menampilkan sepasang muda-mudi melakukan tindakan tak senonoh di area tribun sebuah stadion.
Namun, sang pemilik akun memberikan narasi yang keliru dan provokatif, mengklaim bahwa lokasi kejadian adalah Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Konten tersebut sontak viral dan memicu kemarahan serta keresahan publik, terutama warga Bogor yang merasa nama baik daerahnya, khususnya ikon kebanggaan mereka, Stadion Pakansari, telah dicemarkan.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Polsek Cibinong di bawah arahan Polres Bogor langsung melakukan penelusuran dan penyelidikan.
Kapolsek Cibinong AKP Jony Handoko, menjelaskan bahwa pihaknya telah berhasil mengidentifikasi dan memanggil semua pihak yang terlibat untuk melakukan mediasi dan klarifikasi di Mako Polsek Cibinong pada Selasa, 23 Juli 2025.
"Kami telah memanggil pemilik akun Instagram yang memviralkan kejadian tersebut, termasuk pemeran atau sejoli yang ada di dalam video tersebut," kata Kapolsek Cibinong AKP Jony Handoko.
Baca Juga: Butuh Dana Cepat? Ini Daftar Lokasi ATM 24 Jam Terdekat di Dramaga Bogor
Dalam pertemuan tersebut, terungkap fakta sebenarnya. Pemeran dalam video mengonfirmasi bahwa lokasi pembuatan konten tersebut bukanlah di Stadion Pakansari.
"Dari hasil mediasi, kedua belah pihak mengakui bahwa kejadian yang ada di dalam video tersebut bukan berlokasi di Stadion Pakansari," tegas Kapolsek Cibinong AKP Jony Handoko.
Setelah fakta terungkap, pemilik akun yang menyebarkan konten hoaks tersebut akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Kabupaten Bogor.
Ia mengakui kesalahannya karena telah membuat dan menyebarkan informasi bohong yang mencemarkan nama baik Stadion Pakansari.
"Pemilik akun juga telah menghapus postingannya dan membuat video klarifikasi permintaan maaf kepada masyarakat Kabupaten Bogor," tambah Kapolsek Cibinong AKP Jony Handok.
Berita Terkait
-
Butuh Dana Cepat? Ini Daftar Lokasi ATM 24 Jam Terdekat di Dramaga Bogor
-
Lelah dengan Jakarta? Ini 5 Rekomendasi Tempat Ngopi di Puncak, View Juara Bikin Lupa Utang Cicilan
-
Flyover Cileungsi Kini 'Plong', Ratusan PKL dan Lapak Liar Disikat Habis Satpol PP
-
Hadiri Rakor KPK, Ketua DPRD Kota Bogor Sampaikan Pentingnya Sinergi untuk Pemerintahan yang Bersih
-
Dua Kebijakan untuk Kemasalahatan Warga, Inilah Hasil Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Cibinong Makin Keren! Skywalk Simpang Bappenda Bakal Diresmikan di HJB Ke-544
-
Nasabah BRI Berpeluang Nonton Eksklusif Langsung di Camp Nou
-
Heboh Unggahan 'Bang Ciyo CL': Bongkar Dugaan Praktik 'Jual Beli Waktu' di Tambang Emas Pongkor
-
Viral! Oknum Keamanan Tambang Emas Pongkor Diduga Jual Akses Lubang Tambang, Tarifnya Fantastis
-
Hapus Sistem 3 Bulanan, TPG Cair Tiap Bulan Jadi Kepastian Hak bagi Ribuan Guru