SuaraBogor.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor mengambil langkah strategis untuk membentengi demokrasi dari akarnya.
Melalui program terobosan bertajuk 'Bawaslu Mengajar', Bawaslu kini secara proaktif 'masuk sekolah' untuk mengedukasi generasi Z, pemilih masa depan Indonesia, agar kebal terhadap praktik culas seperti politik uang.
Peluncuran program ini digelar di SMK Albasyariyah, Bojong Gede, pada Selasa, 9 September 2025. Ratusan pelajar yang hadir menjadi saksi dimulainya sebuah misi besar mencetak pemilih pemula yang tidak hanya sadar hak, tetapi juga berani mengawasi jalannya pesta demokrasi.
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Bawaslu Kabupaten Bogor, termasuk Ketua Ridwan Arifin serta para koordinator divisi, yang menunjukkan keseriusan lembaga ini dalam mendekatkan diri dengan kaum muda.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kabupaten Bogor, Burhanuddin, menjelaskan bahwa program ini sengaja dirancang untuk mendekatkan institusi pengawas pemilu dengan dunia pendidikan.
Menurutnya, pelajar dan mahasiswa adalah benteng pertahanan paling krusial dalam melawan praktik politik yang merusak demokrasi.
“Bawaslu Mengajar hadir untuk memberikan edukasi sejak dini tentang pentingnya demokrasi yang bersih dan adil. Generasi muda harus dibekali pemahaman tentang hak pilih, integritas, serta peran mereka dalam menjaga proses Pemilu,” ujar Burhanuddin.
Ini bukan sekadar sosialisasi biasa. Program ini dirancang sebagai kurikulum singkat yang membekali siswa dengan pengetahuan praktis untuk menjadi pemilih yang cerdas dan kritis.
Pihak sekolah menyambut hangat inisiatif ini. Waka Kurikulum SMK Al Basyariah, Rani Jayanti, S.Sos, melihat program ini sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan demokrasi Indonesia. Ia berharap "Bawaslu Mengajar" bisa berjalan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Maulid Berdarah: 3 Jemaah Tewas, Puluhan Terluka Saat Majelis Taklim Ambruk, Menag Janjikan Ini
“Harapan kami, ini sebagai bekal murid serta dapat menanamkan demokrasi dan kesadaran sebagai pemilih pemula pada Pemilu 2029. Mereka jadi menyadari kewajiban sebagai warga negara dan pengetahuan tentang politik di Indonesia bertambah,” ujarnya.
Untuk memastikan dampaknya, materi yang diberikan sangat relevan dengan tantangan pemilu modern:
- Pendidikan Kepemiluan: Memahami dasar-dasar dan alur proses pemilu.
- Etika Politik: Mengenali mana kampanye yang sehat dan mana yang menjatuhkan.
- Bahaya Politik Uang: Belajar mengidentifikasi dan menolak praktik jual-beli suara.
- Pengawasan Partisipatif: Diajarkan cara melapor jika menemukan pelanggaran.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor, Ridwan Arifin, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah implementasi nyata dari visi Bawaslu untuk membangun demokrasi yang berintegritas dari level akar rumput.
“Kami ingin menciptakan budaya demokrasi yang tumbuh dari kesadaran masyarakat. Melalui Bawaslu Mengajar, kami mengajak generasi muda menjadi agen pengawasan sekaligus duta demokrasi di lingkungannya masing-masing,” tegas Ridwan.
Berita Terkait
-
Maulid Berdarah: 3 Jemaah Tewas, Puluhan Terluka Saat Majelis Taklim Ambruk, Menag Janjikan Ini
-
Layar Ditinggalkan, Langit Jadi Tontonan: Saat Gerhana 'Blood Moon' Satukan Ribuan Warga
-
Update Tragedi di Bogor: Teras Tebing Majelis Taklim Ambrol, Bupati Sebut Korban Tembus 80 Orang
-
Detik-detik Mencekam Maulid di Ciomas Berujung Duka, Mushola Ambruk Timpa Puluhan Jemaah
-
Sopir Kabur Hingga Gardu Rusak, Ini 5 Fakta Penting Kecelakaan Truk di Tol Ciawi 2
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Buntut Temuan Sel Mewah, Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Resmi Dicopot
-
Setelah Belasan Tahun Berjuang, Kampung Adat Urug Bogor Akhirnya Mengantongi Sertifikat Komunal
-
Lapas Rasa Apartemen di Cibinong, Ahmad Sahroni: Jangan Hukum Keras di Depan, Lemah di Belakang
-
Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara
-
Bappisus Beri Tenggat Sepekan Usut Dugaan Kamar Apartemen di Lapas Cibinong