- Penelitian skripsi Feny Siregar berujung kekerasan oleh pekerja TPL
- Korban kekerasan bertambah, termasuk perempuan dan anak disabilitas
- Konflik agraria di Sihaporas telah berlangsung turun-temurun, menghancurkan tradisi.
Di antara korban tersebut, terdapat perempuan dan anak-anak, termasuk Dimas Ambarita yang penyandang disabilitas dengan kesulitan berjalan.
Posko Lamtoras, bangunan kayu tempat Feny dan warga berlindung, dibakar habis oleh pekerja TPL. Feny menduga jaket almamater IPB miliknya yang terlepas, turut hangus terbakar dalam insiden tersebut.
Baren Ambarita, mantan Kepala Desa Sihaporas (2002-2004), mengonfirmasi perlakuan beringas pekerja TPL.
"Pekerja bersenta pentungan kayu, tameng rotan, helm dengan penutup wajah. Mereka beringas memukuli warga masyarakat adat. Saat kami ajak dialog, massa pekerja TPL berteriak, tidak ada lagi dialog. Massa penyerang bergantian. Mereka beringas memukuli semua, perempuan, dan disabilitas. Dimas, anak disabilitas tinggal di Posko. Ayahnya sudah kena pukul, tidak bisa berjalan, ia dipukul pada kepala," kata Baren.
Putri Ambarita (25), kakak kandung Dimas, juga mengalami luka serius. Ia bersama Feny, Rosmawati Ambarita (nenek 78 tahun), dan Delima Sinaga (61 tahun) berusaha melindungi Dimas.
"Kak Putri sampai berlutut memohon agar tidak dipukuli. Namun pekerja TPL tidak peduli. Kami dihajar," tutur Feny.
Akibatnya, pentungan kayu mengenai kaki, punggung, pundak, dan kepala Putri.
"Menurut dokter, kondisinya parah. Agak linglung. Jadi kata dokter akan dibawa untuk konsultasi lanjutan ke psikolog atau psikiater," kata Feny.
Delima Sinaga dipukul di pundak, dan Rosmawati Ambarita dipukul di bagian bawah mata serta pundak.
Baca Juga: Dari IPB ke Istana: Kiprah Farida Farichah, Wakil Menteri Koperasi Pilihan Prabowo Subianto
Masyarakat adat Sihaporas telah menghuni dan mewarisi tanah leluhur mereka secara turun-temurun selama 11 generasi. Leluhur mereka, Martua Boni Raja atau Ompu Mamontang Laut Ambarita, memulai perkampungan ini sekitar awal tahun 1800.
Masyarakat Sihaporas bukan penggarap atau pendatang, terbukti dengan adanya tujuh pejuang Veteran Kemerdekaan RI (LVRI) dari komunitas ini.
Bahkan, penjajah Belanda telah menggunakan tanah Sihaporas untuk kebun ubi dan tanaman pinus serta menerbitkan Peta Enclave tahun 1916, 29 tahun sebelum Indonesia Merdeka.
Selama ini, masyarakat adat Sihaporas rutin menjalankan prinsip tanah adat dan memelihara tujuh ritual adat yang diwarisi sebagai identitas.
Ritual-ritual ini, seperti Patarias Debata Mulajadi Nabolon (pesta adat memuji Sang Pencipta), Raga-raga Na Bolak Parsilaonan (doa permohonan kepada leluhur), hingga Manjuluk (doa sebelum menanam), merupakan cara komunitas menghormati dan merawat keterikatan dengan Tuhan, leluhur, dan alam.
Tetua adat Mangitua Ambarita menegaskan bahwa tradisi leluhur adalah identitas yang akan diwariskan turun-temurun, sehingga tetap dilaksanakan sesuai waktu yang ditentukan.
Tag
Berita Terkait
-
Dari IPB ke Istana: Kiprah Farida Farichah, Wakil Menteri Koperasi Pilihan Prabowo Subianto
-
Hasil SM IPB 2025 Eligible SNBP dan Skor UTBK Sudah Bisa Diakses, Simak Cara Cek dan Registrasi
-
Calon Mahasiswa Wajib Tahu! Ini Dia 7 Kampus Terbaik di Bogor
-
Peran Strategis Fateta IPB dalam Pembangunan Pertanian Asta Cita Presiden Prabowo
-
Mau Jadi Mahasiswa IPB Lewat Jalur Mandiri 2025? Simak Dulu Rincian Biayanya!
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Akhirnya! 7 Titik Biang Macet Puncak Bogor Mulai Dieksekusi, Simak Lokasinya
-
Bukan Rekayasa Lalin Lagi, Pemkab Bogor Siapkan Jalan Baru Tembus Perhutani di Puncak
-
Update Mini Zoo Pakansari: Pemkab Bogor Tunggu 'Lampu Hijau' dari Taman Safari
-
Diduga Kurang Konsentrasi, Warga Kabupaten Bogor Tewas Tabrak Truk di Jalan Raya Dramaga
-
BRI Perkuat Prudential Banking Saat Risiko Geopolitik Global Meningkat