-
PBB menolak ambang batas parlemen tinggi sebagai perjuangan nyata demi representasi kaum marginal dan minoritas.
-
Ketua Umum PBB, Gugum Ridho Putra, menilai threshold tinggi merugikan seluruh masyarakat dan menciptakan ketidakadilan elektoral.
-
Partai kecil, seperti PBB, diklaim lebih dipercaya kaum marginal untuk menyalurkan aspirasi dan melawan segala bentuk ketidakadilan.
SuaraBogor.id - Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Gugum Ridho Putra, dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang tinggi.
Bukan tanpa alasan, langkah ini diambil sebagai bentuk perjuangan nyata PBB untuk kaum marginal, sebuah spektrum luas yang mencakup kelompok minoritas, masyarakat kecil, hingga kaum pekerja.
Isu ini menjadi semakin relevan mengingat Mahkamah Konstitusi telah memerintahkan pengaturan ulang ambang batas parlemen untuk Pemilu DPR 2029.
Menurut Gugum, kebijakan threshold yang tinggi bukan hanya merugikan partai politik.
"Kebijakan threshold yang tinggi bukan hanya merugikan partai, tetapi sejatinya merugikan seluruh masyarakat Indonesia," katanya dilansir dari Antara.
Ia menyoroti berbagai bentuk ketidakadilan yang masih dirasakan oleh masyarakat, mulai dari ketidakadilan bagi perempuan dan anak-anak, hubungan kerja yang tidak berimbang, hingga problem yang dihadapi pengemudi ojek daring.
"Termasuk ketidakadilan elektoral dalam sistem pemilu kita," ucapnya.
Pernyataan ini secara jelas menggambarkan bagaimana aturan ambang batas bisa menjadi penghalang bagi representasi suara rakyat yang lebih luas.
Gugum Ridho Putra bahkan mengeklaim bahwa suara kelompok marginal justru lebih nyaman diwakili oleh partai-partai kecil.
Baca Juga: Kisah Awal Ribuan Mimpi: Pekan Ta'aruf UIKA 2025, Langkah Pertama Menuju Global Impact
"Masyarakat kecil dan kelompok minoritas yang tidak punya relasi kuasa lebih nyaman mengadu kepada partai-partai minoritas yang konsisten memperjuangkan hak mereka," ujarnya.
Klaim ini menggarisbawahi pentingnya peran partai-partai nonparlemen dalam menyalurkan aspirasi yang mungkin tidak terjangkau oleh partai besar, sekaligus menantang narasi bahwa hanya partai besar yang efektif dalam menyuarakan kepentingan rakyat.
Pada Rabu (24/9) lalu, Gugum mengumpulkan seluruh anggota legislatif PBB dari berbagai daerah. Pertemuan ini bertujuan untuk merespons aspirasi masyarakat sekaligus menyatukan langkah perjuangan politik PBB ke depan.
Momen konsolidasi ini bertepatan dengan pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PBB periode 2025–2030 di Bogor, Jawa Barat.
Dalam pidato politiknya, Gugum kembali menegaskan komitmen partai untuk menjadi corong bagi kepentingan rakyat kecil.
"Partai Bulan Bintang akan terus bersuara lantang menghadapi ketidakadilan dalam segala bentuknya, baik yang dialami perempuan, anak-anak, pekerja honorer, maupun pengemudi ojek online." jelas dia.
Berita Terkait
-
Kisah Awal Ribuan Mimpi: Pekan Ta'aruf UIKA 2025, Langkah Pertama Menuju Global Impact
-
Apresiasi Pelanggan Terbaik, Tirta Kahuripan Kado 3 Tiket Umroh di Hari Pelanggan Nasional
-
Dedi Mulyadi Pangkas Produksi Tambang 50 Persen, Akankah Pemkab Bogor Kehilangan Miliaran Rupiah?
-
Respon Cepat Surat Edaran Pusat, Kota Bogor Hidupkan Kembali Siskamling di Seluruh Wilayah
-
Dari Data Pemilih hingga Fasilitas, Bawaslu Bogor Beri Catatan Penting untuk Perbaikan Sistem Pemilu
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Berawal Sederhana, BRILink Agen di Bakauheni Tumbuh Jadi Tulang Punggung Layanan Transaksi
-
Desa BRILiaN Tompobulu Jadi Contoh Sukses Pengembangan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal dan Teknologi
-
Ekosistem Usaha Terintegrasi, Empang Baru Jadi Desa Ekonomi Mandiri
-
Kemenkes Turun Tangan Selidiki Kasus Kematian Dokter Internship di RSUD Pagelaran Cianjur
-
12 Rumah di Kampung Pasekon Cianjur Hangus Terbakar, 18 KK Kehilangan Tempat Tinggal