-
Tol Bogor–Serpong via Parung: Perkuat FDI, bawa teknologi baru, dan tingkatkan kepercayaan global.
-
Bagian JORR III, tol sepanjang 32,03 km ini buka akses baru, atasi macet Jabodetabek.
-
Investasi tol Rp12,351 T dibiayai swasta, jadi magnet investasi jangka panjang solid.
SuaraBogor.id - Jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) III semakin diperkuat dengan kehadiran ruas Bogor–Serpong via Parung, yang digadang-gadang sebagai urat nadi konektivitas strategis yang mampu menarik arus investasi asing langsung (FDI) dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan ruas tol ini bukan sekadar menambah infrastruktur fisik, melainkan menguatkan fondasi ekonomi nasional.
"Ruas Bogor–Serpong via Parung semakin memperkuat FDI. Kehadiran FDI bukan hanya menambah modal, melainkan juga membawa teknologi baru, tata kelola modern, dan menegaskan kepercayaan global terhadap masa depan Indonesia,” ujarnya Dody Hanggodo dilansir dari Antara.
Pernyataan ini menyoroti peran vital jalan tol dalam konteks ekonomi makro, di mana infrastruktur menjadi magnet bagi kepercayaan investor global.
Jalan Tol Bogor–Serpong via Parung merupakan bagian integral dari rencana besar jaringan JORR III, yang dirancang untuk mengurai kemacetan dan membuka akses baru di wilayah Jabodetabek.
Ruas sepanjang 32,03 kilometer ini memiliki konektivitas strategis yang akan terhubung dengan sejumlah jalan tol penting lainnya, di antaranya Jalan Tol Serpong–Balaraja (Sebaraja), Bogor Outer Ring Road (BORR), Depok–Antasari (Desari), serta Sentul Selatan–Karawang Barat.
“Konektivitas yang dihadirkan turut memperkuat fondasi ekonomi nasional,” tambah Dody.
Jaringan yang terintegrasi ini diharapkan mempercepat distribusi pangan, memudahkan akses air bersih, mendukung pasokan energi, menurunkan biaya logistik, hingga mempercepat arus barang antarkawasan.
Dampaknya multifaset tidak hanya memperlancar mobilitas dan mengurangi beban jalan arteri, tetapi juga secara signifikan memperpendek waktu tempuh dan menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Jabodetabek. Ini berarti peluang baru bagi bisnis, industri, dan masyarakat lokal.
Baca Juga: Guncangan M 2,3 di Bogor Pagi Kemarin, Ini Penjelasan BMKG tentang Kekuatan Sebenarnya
Yang menarik, proyek ini menunjukkan kepercayaan investor yang kuat terhadap arah kebijakan pemerintah. Seluruh biaya pembangunannya, dengan nilai investasi sebesar Rp12,351 triliun dan masa konsesi 40 tahun.
"Ditanggung oleh badan usaha, tanpa membebani APBN," kata Dody.
Tingkat pengembalian investasi (Financial Internal Rate of Return/FIRR) yang diperkirakan mencapai 12,16 persen menjadi indikator daya tarik proyek tol ini sebagai instrumen investasi jangka panjang yang solid.
Kehadiran Tol Bogor–Serpong via Parung juga menjadi bagian dari strategi besar Kementerian PU dalam visi transformasi Tri Asa melalui PU608, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen yang inklusif dan berkelanjutan, pengentasan kemiskinan menuju 0 persen, serta Rasio Modal-Output Inkremental (ICOR) kurang dari 6.
Ini menegaskan bahwa infrastruktur jalan tol bukan hanya fasilitas transportasi, melainkan elemen kunci dalam mencapai tujuan ekonomi makro yang ambisius.
Dengan demikian, ruas tol ini bukan sekadar jalan biasa, melainkan simpul vital yang menggerakkan roda perekonomian dan pembangunan Indonesia ke depan.
Berita Terkait
-
Guncangan M 2,3 di Bogor Pagi Kemarin, Ini Penjelasan BMKG tentang Kekuatan Sebenarnya
-
Inilah Jam-Jam Penentu One Way di Puncak 5 Oktober 2025, Jangan Sampai Rencana Liburan Anda Hancur!
-
Puncak Membara! Warga Korban PHK Siap Gugat Presiden, Janji Menteri Hanif Faisol Cuma Angin Surga?
-
Mengapa Truk Box Itu Gagal Menanjak? Misteri Penyebab Rem Blong di Tanjakan Ciampea Renggut Nyawa
-
Bentrok Kepentingan Tanah Desa vs Utang BLBI, Mendes Yandri Desak Keputusan Berani Pemerintah
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Tersangka AF Lawan Arus di Cibinong Hingga Menelan Korban Jiwa, Hasil Tes Urine Dinanti
-
Polres Bogor Resmi Tahan Majikan ASN BPK Pelaku KDRT ART di Gunung Putri
-
Jangan Sampai Kehabisan! Pendaftaran Mudik Gratis 2026 Dibuka, Cek Daftar Instansinya di Sini
-
File APK Palsu Kuras Rekening di Batang, Pakar Imbau Nasabah Waspada
-
Maut di Jalan Raya Jakarta Bogor! Pengendara Motor Tewas Usai Tabrakan Lawan Arus di Pakansari