-
Heru (53) diamuk massa dan ditangkap karena mengaku habib, memaksa santri menyerahkan sarung di Bogor.
-
Polisi memastikan Heru bukan habib setelah diinterogasi dan dicek silsilahnya, menimbulkan kekecewaan santri.
-
Hasil penyelidikan, Heru diduga mengalami gangguan jiwa setelah mempelajari ilmu spiritual yang tidak tuntas.
SuaraBogor.id - Keresahan melanda Pondok Pesantren di wilayah Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menyusul insiden penipuan yang melibatkan seorang pria paruh baya bernama Heru (53).
Heru diamuk massa setelah aksinya mengaku sebagai habib dan meminta paksa sarung bermerek kepada para santri terbongkar.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 11 Oktober 2025 malam hari, dan Heru akhirnya diamankan setelah sempat menjadi buruan warga.
Menurut keterangan Kapolsek Cijeruk, AKP Didin Komarudin, kejadian ini bermula ketika Heru mendatangi Pondok Pesantren di Desa Ciburuy.
Dengan percaya diri, Heru memperkenalkan diri sebagai seorang habib, sosok yang sangat dihormati dalam tradisi Islam karena garis keturunan Nabi Muhammad SAW.
Kehadirannya yang tiba-tiba dan klaim identitas spiritual tersebut mungkin awalnya menimbulkan rasa hormat, namun tindakan selanjutnya memicu kecurigaan.
"Dia meminta paksa sarung kemudian karena curiga keesokan harinya warga mencari kebenaran orang tersebut adalah sebagai habib kemudian setelah diketahui bahwa orang tersebut bukan habib kemudian warga mencari keberadaan orang tersebut," jelas AKP Didin Komarudin pada Selasa, 14 Oktober 2025.
Santri dan warga pesantren yang merasa janggal dengan permintaan paksa tersebut mulai melakukan investigasi mandiri untuk memastikan kebenaran klaim Heru.
Pencarian kebenaran ini tidak memakan waktu lama. Setelah diyakini bahwa Heru bukanlah seorang habib seperti yang ia klaim, warga pun mulai mencari keberadaan pria tersebut.
Baca Juga: Konflik Memanas 75 Desa Bogor vs Kemenhut, Nasib Ribuan Warga di Ujung Tanduk?
Heru kemudian berhasil ditangkap oleh warga di Kecamatan tetangga, yakni di Kecamatan Caringin, pada Senin, 13 Oktober 2025, sekitar pukul 21:00 WIB.
Setelah penangkapan oleh warga, Heru kemudian dibawa oleh pihak kepolisian ke Habib Usman, seorang tokoh agama yang memiliki kapasitas untuk mengecek kebenaran silsilah seseorang yang mengaku habib.
Proses verifikasi ini menjadi momen krusial yang menguak kebohongan Heru.
"Ditanya oleh habib Usman terkait silsilah Habaib, namun laki-laki tersebut tidak bisa menjelaskan silsilah kehabibannya dan tidak ada garis keturunan habib, sempat ada aksi kekerasan oleh santri yang merasa kecewa dan ditipu," ungkap AKP Didin.
Kekecewaan yang mendalam dari para santri yang merasa ditipu memicu amuk massa. Mereka merasa dilecehkan dan identitas suci yang dihormati telah disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, Heru kemudian segera dibawa ke Polsek Cijeruk untuk diamankan dari amukan warga dan santri.
Berita Terkait
-
Konflik Memanas 75 Desa Bogor vs Kemenhut, Nasib Ribuan Warga di Ujung Tanduk?
-
Kontroversi 'Expose' Memanas, Ustad Jack: Minta Maaf atau Kena Boikot
-
Picu Kemarahan Dunia Pesantren, Laskar Santri Bogor Desak KPI Cabut Izin Program 'Expose'
-
Saung Batu Penganten Bogor! Destinasi Wisata Alam Cocok untuk Family Gathering, Wajib Dicoba Gen Z
-
Misteri Pembobolan Rumah Kosong di Bogor Raya, Jejak Pelaku Brankas Ratusan Juta Terendus
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Bogor: Persatuan Adalah Benteng Terakhir Bangsa
-
Panduan Rute Lengkap Dari Cibinong Menuju Pendopo Malasari Nanggung
-
4 Rekomendasi Penginapan Puncak - Cipanas 2026 Lengkap dengan Harganya
-
Buntut Pelayanan Buruk, DPRD Kabupaten Bogor Desak Dinkes Evaluasi Puskesmas Cisarua
-
ART di Kota Wisata Bogor Tewas Disiksa Rekan Kerja, Disiram Air Panas Gara-Gara Charger Jam Tangan