-
Penertiban PKL di Alun-Alun Bogor ricuh karena pedagang menolak penyitaan barang dagangan oleh Satpol PP.
-
Pedagang menolak penertiban Alun-Alun Bogor, namun Satpol PP tetap tegas menjaga ketertiban umum di lokasi tersebut.
-
Kericuhan terjadi di Bogor karena penertiban PKL. Satpol PP bertindak tegas sementara pedagang menolak barang mereka disita.
SuaraBogor.id - Suasana di kawasan Alun-Alun Kota Bogor, tepatnya di sisi Stasiun Bogor, mendadak tegang pada Minggu sore, 19 Oktober 2025.
Kericuhan tak terhindarkan antara pedagang kaki lima (PKL) dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat penertiban lapak dagangan dilakukan.
Penertiban yang bertujuan untuk menjaga ketertiban dan kebersihan kawasan wisata ikonik Kota Bogor ini, berujung ricuh setelah sejumlah pedagang menolak keras barang dagangannya disita oleh petugas.
Kericuhan bermula ketika petugas Satpol PP mulai menertibkan lapak-lapak PKL yang berdiri di area trotoar dan bahu jalan di sekitar Alun-Alun.
Langkah ini dilakukan karena keberadaan pedagang dianggap mengganggu ketertiban umum dan arus pejalan kaki yang padat di kawasan yang selalu ramai pengunjung tersebut.
Namun, sebagian pedagang tampak tidak terima dengan tindakan petugas. Mereka merasa dirugikan dan mencoba mempertahankan barang dagangannya.
Beberapa di antara mereka bahkan berusaha keras untuk mengeluarkan kembali barang dagangan yang sebelumnya sudah berhasil diangkut ke dalam truk Satpol PP.
Adu mulut antara petugas dan pedagang pun tak terhindarkan. Situasi sempat memanas hingga menarik perhatian warga dan pengunjung Alun-Alun yang kebetulan berada di lokasi.
Ketegangan ini menjadi tontonan yang kurang mengenakkan, namun menunjukkan dilema klasik antara kebutuhan ekonomi pedagang dan upaya penegakan aturan daerah.
Baca Juga: Nostalgia di Alun-alun Bogor: Bima Arya Soroti Nilai Magis Foto Cetak di Pameran Satu Dekade PFI
Meskipun sempat diwarnai ketegangan dan adu argumen, penertiban akhirnya tetap dilanjutkan oleh petugas Satpol PP dengan pengawasan ketat aparat. Komitmen Pemerintah Kota Bogor untuk menata kawasan Alun-Alun dan sekitarnya tetap menjadi prioritas.
Penertiban PKL di sekitar Stasiun Bogor ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bogor untuk menjaga ketertiban dan kebersihan kawasan wisata yang menjadi salah satu ikon kota hujan tersebut.
Berita Terkait
-
Nostalgia di Alun-alun Bogor: Bima Arya Soroti Nilai Magis Foto Cetak di Pameran Satu Dekade PFI
-
Melihat Bogor 10 Tahun Lalu hingga Sekarang dalam Pameran Foto PFI Bogor
-
Sapu Bersih Bangunan Liar di Citeureup, Satpol PP Bogor Klaim Pendekatan Humanis Berhasil
-
Gerebek Karaoke di Cibinong: 5 Fakta Operasi Pekat yang Menjaring 6 PSK dan Satu Pria Hidung Belang
-
Misteri Gudang Miras di Ciampea: Satpol PP Kecele, Temukan Benteng Pemasok Terkunci Rapat
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video
-
Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi
-
BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas
-
Pesan Menohok Bupati Bogor ke Pengelola Dapur MBG: Presiden yang Disalahkan jika Ada Kesalahan