-
Ibu tiri mengakui aniaya MAA (6) di Bogor selama 3 hari hingga tewas dengan luka parah.
-
Pelaku adalah ibu rumah tangga, ayah korban karyawan swasta. Motif kekejian masih didalami.
-
Warga sekitar sempat memperhatikan korban, kasus tragis ini jadi sorotan publik.
SuaraBogor.id - Kasus kematian tragis bocah laki-laki berinisial MAA (6) di Perumahan Griya Citayam Permai, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, masih menjadi sorotan publik.
Ibu tiri korban, RN (30), telah mengakui perbuatan kejinya. Berikut adalah 5 poin penting terkini dari kasus memilukan ini:
1. Ibu Tiri RN (30) Berstatus Ibu Rumah Tangga, Ayah Korban Karyawan Swasta
Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani, mengonfirmasi status pelaku. RN (30), yang menganiaya anak tirinya hingga meninggal dunia, berstatus sebagai ibu rumah tangga.
Sementara itu, ayah korban, berinisial RA, bekerja sebagai karyawan swasta. Data ini didapatkan berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) mereka.
2. Korban MAA (6) Tewas di Rumah Setelah Penganiayaan Selama Tiga Hari
Menurut Kepala Desa Rawapanjang, Mohammad Agus, MAA meninggal dunia di rumahnya sendiri setelah dianiaya oleh ibu tirinya.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menambahkan bahwa pengakuan dari RN mengindikasikan bahwa penganiayaan telah berlangsung selama kurang lebih tiga hari berturut-turut sebelum MAA menghembuskan napas terakhirnya di hari keempat.
3. Jasad MAA Ditemukan dengan Luka Parah di Sekujur Tubuh
Baca Juga: Ibu Tiri Pembunuh Bocah 6 Tahun di Bojonggede Berstatus Ibu Rumah Tangga
Saat tim penyidik menemukan jasad MAA, kondisi fisik bocah malang itu sangat memprihatinkan. AKP Made Budi mengungkapkan, Korban diketahui ada beberapa luka di sekujur tubuh, di badan, di punggung, di bagian dada, kemudian di bagian wajah. Luka-luka ini menjadi bukti kuat adanya dugaan penganiayaan brutal.
4. Warga Sekitar Sempat Memberikan Perhatian pada Korban
Kepala Desa Rawapanjang, Mohammad Agus, juga mengungkapkan bahwa warga sekitar di lingkungan rumah korban sebenarnya sudah memberikan perhatian lebih kepada keluarga tersebut, terutama kepada anak MAA.
"Sebetulnya warga sudah memberikan perhatian ke keluarga itu, apalagi terhadap anak itu. Korban sudah dimakamkan," ujarnya.
5. Unit PPA Polres Metro Depok Terus Dalami Motif Kekejian Pelaku
Saat ini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Depok masih terus berupaya keras untuk mengungkap secara tuntas motif di balik penganiayaan keji yang berujung pada kematian MAA.
Berita Terkait
-
Ibu Tiri Pembunuh Bocah 6 Tahun di Bojonggede Berstatus Ibu Rumah Tangga
-
3 Hari Siksaan Maut! Misteri Kematian MAA Terkuak, Tabir Kekejaman Ibu Tiri Akhirnya Terbuka
-
Luka Parah di Sekujur Tubuh Ungkap Kekejian Penganiayaan Ibu Tiri di Bojonggede
-
Pengakuan Keji Ibu Tiri, Siksa Anak 3 Hari Sampai Mati di Griya Citayam Bojonggede
-
Bocah 6 Tahun di Bojonggede Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Polisi Dalami Motif Kekejian Pelaku
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Toyota Vios Bekas Tahun Muda Pajaknya Berapa? Simak Juga Harga dan Spesifikasi Umumnya
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Tirta Kahuripan Bogor Kirim Alat Penjernih Air Canggih untuk Korban Bencana di Sumatera
-
UAS Hadir di Bogor Besok, Pemkab Traktir 11.000 Porsi Makan Gratis untuk Jamaah
-
Bukan Sekadar Asap, Kapolda Jabar Selidiki Temuan Kayu Terbakar di Area Tambang Antam
-
Komitmen Berdayakan Masyarakat, BRI Raih Penghargaan di Hari Desa Nasional 2026
-
Secercah Cahaya di Lubang Tikus Pongkor, Janji Kapolda Jabar Bawa Pulang Gurandil yang Terjebak